Proses check-out merupakan hal yang penting bagi hotel karena the last impression
akan tergambar dari lancarnya proses ini. Terlebih lagi kesan yang baik
akan membawa citra yang positif pula bagi tamu sehingga datang dan datang
kembali ke hotel. Apabila tamu akan meninggalkan hotel maka ada beberapa hal
yang perlu disiapkan, antara lain:
a. Guest folio/guest bill
Tagihan tamu perlu disiapkan sedini mungkin, apalagi kalau tanggal dan
waktu check-out tamu sudah diketahui. Folio berupa kumpulan transaksi tamu
mulai kamar, restoran, telepon laundry, dan pengeluaran lainnya. Guest folio
tidak bisa dicetak dulu, tetapi menunggu sampai data transaksi terakhir bisa
masuk di sana. Persiapan hanya berupa pengecekan awal mengenai transaksi
yang telah dilakukan, apakah ada kekurangan, kesalahan, atau tidak. Dengan
melihat kembali sistem pembayaran yang telah disepakati pada saat tamu
check-in, apakah memakai sistem pembayaran tunai, tagihan ke perusahaan
atau tinggal tanda tangan saja dan ada pihak tertentu yang membayar. Seringkali
kendala muncul di kantor depan, gara-gara mengandalkan sistem semata,
yang akhirnya berbuntut proses check-out yang memakan waktu lama yang
akhirnya terjadi keluhan tamu. Sebenarnya hal itu bisa dihindari jika setiap
reception/front desk agent konsentrasi tentang tamu yang akan ditangani.
Konsentrasi salah satunya bisa berupa melihat secara saksama tamu yang
akan melakukan check-out. Jika sudah hafal di luar kepala maka percepatan
proses akan bisa terjadi. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah ketelitian baik
mengenai hal yang sudah baku maupun hal yang bersifat tambahan atau
insidental. Seorang receptionis sudah terbiasa untuk memasukkan hal yang
bersifat baku di folio tamu, antara lain charge untuk kamar tamu setiap hari
selama tamu masih in-house, penambahan biaya pajak dan pelayanan untuk
transaksi yang terkena tax and service, besarnya adalah 21% untuk kamar,
F&B, dan laundry, transaksi yang tidak dikenakan penambahan pajak dan
pelayanan adalah telepon, drug store, dan transportasi yang dikelola pihak
diluar hotel. Elemen baku lainnya adalah pemotongan total biaya dengan deposit
yang telah dibayarkan tamu di depan. Pembayaran dengan tunai atau
kartu kredit tidak bisa dikembalikan dalam bentuk kartu kredit kepada tamu,
jika ada kelebihan deposit dari tamu.
b. Antisipasi perjalanan tamu
Pelayanan tambahan berguna untuk memberikan kesan yang baik. Oleh
sebab itu, sikap proaktif dan antisipatif perlu ditonjolkan, antara lain dengan
cara melihat nomor kamar tamu yang akan check-out, memastikan ada
kendaraan yang bisa dipakai tamu (dengan melihat trend tamu yang checkout
selama ini: ada yang langsung ke bandara atau mereka ke kota dulu, dan
sebagainya).
c. Konsolidasi dengan beberapa bagian yang terlibat
Tindakan ini amat penting
karena semua pihak memberi kontribusi kelancaran proses check-out. Bagian
yang terlibat dalam penanganan keberangkatan tamu yaitu:
- Bell captain:
Seorang bell captain harus siap di tempat terutama dalam memberikan
tugas ke bellman untuk membantu tamu dalam membawakan
barang bawaan mereka sampai dengan tamu selesai membayar transaksi
hotel. Seorang bellman mengantar barang tamu sampai memasukkan
ke bagasi kendaraan, baik itu sarana tansportasi umum maupun pribadi.
- Housekeeper
Begitu ada pemberitahuan dari front office bahwa akan ada tamu
yang akan check out, order taker housekeeping akan memberitahu kepada
roomboy melalui handy talkie untuk memeriksa kelengkapan kamar dan
memeriksa minibar. Setelah diperiksa, room boy akan menginformasikan
kepada bagian front desk agent jika ada hal yang perlu ditambahkan ke
dalam tagihan tamu.
d. Menunjukkan bill
Menunjukkan tagihan ke tamu untuk dikoreksi dan diperiksa oleh tamu
adalah hal yang biasa. Bahkan suatu keharusan bagi reception kepada tamu.
Hal ini akan memberikan kesempatan kepada tamu melihat apakah ada yang
tidak benar, ada yang tidak jelas, atau ada sesuatu yang perlu dijelaskan lebih
detail. Apabila kemudian tamu tidak memeriksa secara teliti dan langsung
membayar atau tanda tangan untuk ditagihkan ke perusahaan, itu adalah
perkara lain. Standar yang harus dipenuhi adalah menunjukkan ke tamu terlebih
dahulu untuk memeriksa tagihan tersebut.
e. Meminta kunci kamar
Kunci kamar baik yang berupa manual key maupun kartu sangatlah
penting artinya. Salah satu hal yang perlu dilakukan bila tamu check-out adalah
meminta kunci kamar tersebut. Ada tiga tujuan dari meminta kunci kamar.
Pertama untuk memastikan bahwa tamu tersebut sudah check-out. Jadi, tidak
ada otoritas lagi bagi tamu dan pihak hotel bisa menjual ke orang atau tamu berikutnya. Kedua, sebagai wujud profesionalisme dalam kerja seorang front
desk. Ketiga, untuk keperluan administrasi dan menekan biaya, untuk
menghindari selalu membeli kunci baru, maka akan lebih baik jika dapat diatur
sedemikian rupa sehingga kunci kamar bisa dipakai lagi.
f. Pertanyaan yang umum
Pada saat check-out yang ditandai datangnya tamu ke counter depan,
seyogyanya satu pertanyaan pertama yang diangkat ke permukaan adalah
masalah umum, misalnya ”bagaimana kesan selama tinggal di hotel”, ”apakah
Bapak/Ibu menikmati tinggal di hotel itu”, apa kabar” dan sebagainya yang
bersifat umum. Sedangkan hal subyektif yang sering ditanyakan kebanyakan
orang sebaiknya dihindari untuk memberikan kesan yang positif kepada tamu.
g. Pemakaian traveler cheque (cek perjalanan) dan personal cheque (cek pribadi)
Dalam proses pembayaran, perlu dicatat untuk hotel di Indonesia,
umumnya pemakaian cek pribadi tidak bisa diterima. Sedangkan mengenai
traveler cheque, ada hotel yang mau menerima tetapi ada juga yang tidak
mau terima. Kebijakan itu harus dijelaskan ke tamu dengan cara yang sopan
dan lugas.
h. Bookeeping rate dan currency rate
Jika ada tamu membayar dengan mata uang asing, misalnya dollar, yen,
euro, dan sebagainya, ada dua hal yang perlu diperhatikan secara awal.
Pertama adalah apakah mata uang asing itu termasuk dalam daftar mata
uang yang diterima di hotel, karena ada lebih dari 250 mata uang di dunia ini
yang tidak semuanya mudah ditukarkan kecuali yang terkenal seperti yang
dicontohkan di atas. Kedua, kalau itu salah satu mata uang yang umum dan
diterima di hotel, misalnya dollar. Dalam hal ini bentuk fisik mata uang tersebut
apakah layak untuk diterima.
i. Rekening ekstra secara tunai
Jika ada rekening ekstra, khususnya untuk tamu yang melakukan metode
pembayaran dengan ditagihkan ke perusahaan, maka pengeluaran personal
dan ekstra tersebut sebaiknya dibayarkan secara tunai dan tidak ditagihkan
ke perusahaan.