Tampilkan postingan dengan label Pemrograman Java. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemrograman Java. Tampilkan semua postingan

Java

About JAVA: Elemen-elemen dasar pada JAVA


Dalam pemrograman berbasis objek, dikenal dengan beberapa elemen-elemen dasar diantaranya :

a. Class penggambaran dari sebuah object. mari kita ambil contoh sebuah alat transportasi, kita tahu bahwa banyak sekali alat transportasi seperti mobil, motor, sepeda, pesawat, kereta nah kita anggap alat transportasi itu sebagai sebuahclass.
kemudian pada sebuah kendaraan kita tahu ada terdapat merk, type kendaraan, tahun pembuatan, no kendaraan dll, nah kita anggap itu sebagai sebuahproperties.
Selanjutnya sebuah kendaraan itu kita tahu bisa bergerak maju, mundur, bergerak kekiri dan kekanan, mari kita anggap itu sebuah Method.


public class transportasi
{
    public static void main(String[ ] args)
   { 
       kendaraan mobil=new mobil();
    } 
}

b. Inheritance merupakan proses pewarisan data dari method dan variable class super kepada sub class

public class anak extends bapak
{
    public class anak()
   }
       //program 
   } 
}

c. Polymorphism merupakan kemampuan objek dapat menerima banyak bentuk. dicontohkan sebuah method dapat mempunyai nama yang sama tetapi dapat menerima parameter yang berbeda.

public belajarpoly (String a) {}

public belajarpoly (String a, int b {}

d. Encapsulation yaitu mengemas sebuah object sehingga ketika akan digunakan kita tidak perlu tahu tentang detail implementasinya, user hanya mengetahui variable input dan ouput.

public void setNama(string a)
{
}
public string getNama()
{
}
Set adalah proses pemberian nilai kedalam method agar selanjutnya dapat diolah, sedangkan Get  proses mendapatkan nilai yang telah diolah

e. Event adalah metode untuk menangani suatu kejadian atau aksi yang diberikan user kepada suatu program, ada 3 jenis event yaitu :

·         Event source : komponen yang mendapatkan sebuah event, yang dapat ditangkap oleh event listener.
·         Event Listener : komponen yang menangkap event yang diberikan oleh event source
·         Event handler : penanganan yang menentukan proses selanjutnya setelah mendapatkan event.

 Contoh : teman saya lapar, saya mempunyai makanan(source), saya mengetahui teman saya lapar(listener), maka saya memberi makanan itu ke teman saya (handler).


f. Exception adalah suatu pengecualian yang terjadi selama program berjalan.

g. Try -Catch merupakan penangkap exception atau kesalahan pada blok try untuk kemudian diberikan pada clause catch.

Try
{
    // program 
}
Catch (exception e)
{
    JOptionpane.showMessage (null, e.getMessage()); 
} 

Karakteristik Java

Karakteristik Java

Apa yang Disebut Java ?
Java adalah Bahasa pemrograman berorientasi objek murni yang dibuat berdasarkan kemampuan-kemampuan terbaik bahasa pemrograman objek sebelumnya (C++, Ada, Simula). 

Java Diciptakan oleh James Gosling, developer dari Sun Microsystems pada tahun 1991.

Java memiliki beberapa karakteristik sebagai berikut: 
  1. Sederhana, semudah C dan seampuh C++: berlawanan dengan anggapan orang-orang bahwa bahasa Java sulit untuk dipelajari, Java gampang untuk dipelajari terutama untuk orang yang sudah mengenal pemrograman tapi belum terlalu terikat pada paradigma pemrograman prosedural. Tentu saja ini berarti bahwa kita harus siap mempelajari salah satu teknologi yang berkembang paling cepat di dunia dalam dua tahun terakhir ini dengan banyak membaca tentunya baik dari buku maupun melalui web.
  2. Sangat berorientasi obyek (OOP) dengan implementasi yang sangat baik.
  3. Arsitekturnya yang kokoh dan pemrograman yang aman. Dalam Java program yang kita buat tidak mudah untuk “hang” karena konflik pada memori biasanya diselesaikan dengan mengumpulkan obyek-obyek yang sudah tak terpakai lagi secara otomatis oleh garbage collector. Penanganan kesalahan juga dipermudah dalam Java dengan konsep Exception.
  4. Bukan sekedar bahasa tapi juga platform sekaligus arsitektur. Java.
  5. Program Java dijalankan menggunakan interpreter melalui Java Virtual machine (JVM). Hal ini menyebabkan source code Java yang telah dikompilasi menjadi Java bytecodes dapat dijalankan pada platform yang berbeda-beda.
  6. Fitur-fitur utama yang lain: 
  7. - Mendukung multithreading.
    - Selalu memeriksa tipe obyek pada saat runtime.
  8. mempunyai portabilitas yang sangat tinggi. Ia dapat berada pada smartcard, pager, POS (Point of Service), handphone, PDA, palm, TV, Embedded device (PLC, micro controller), laptop, pc, dan bahkan server). Menyadari akan hal ini Sun membagi arsitektur Java membagi tiga bagian, yaitu: 
  • Enterprise Java (J2EE) untuk aplikasi berbasis web, aplikasi sistem tersebar dengan beraneka ragam klien dengan kompleksitas yang tinggi. Merupakan superset dari Standar Java
  • Standard Java (J2SE), ini adalah yang biasa kita kenal sebagai bahasa Java, dan merupakan fokus kita sekarang.
  • Micro Java (J2ME) merupakan subset dari J2SE dan salah satu aplikasinya yang banyak dipakai adalah untuk wireless device/mobile device
Identifier Didalam Java

•Identifier adalah nama yang diberikan kepada variabel, method, kelas, paket, dan interface
•Adapun tatacara penamaan identifier:
1. Case sensitive, huruf kapital dan kecil dibedakan
2. Identifier yang diberikan oleh pemrogram tidak boleh sama dengan keyword yang ada di Java
3. Dimulai dengan huruf atau underscore (garis bawah) atau tanda ($). Namun sebisa mungkin diawali dengan huruf karena mungkin identifier dengan awalan underscore dan ($) digunakan unruk pemrosesan internal dan file import
4. Karakter berikutnya dapat berupa huruf atau angka 0 sampai 9. Simbol-simbol seperti ‘+’ dan spasi tidak dapat digunakan.

Keyword Didalam Java

Keyword adalah identifier yang digunakan Java untuk suatu tujuan khusus. Daftar keyword Java adalah sebagai berikut:
abstract       do         implements      private        this
boolean       double     import            protected   throw
break           else       instanceof        public         throws
byte             extends       int              return          transient
case            false       interface         short           true
catch           final            long            static            try
char             finally        native          strictfp         void
class            float            new            super          volatile
continue       for              null             switch          while
default           if           package      synchronized

Sekian postingan dari saya, semoga bermanfaat bagi pembaca!!!
Terima kasih

Sintaks Bahasa dan Tipe Data ( Array )

Array

Seperti yang telah kita bahas sebelumnya bahwa setiap kali hendak menggunakan suatu variabel, kita harus terlebih dahulu mendeklarasikannya. Yang menjadi masalah adalah bagaimana jika hendak
menggunakan sekumpulan variabel yang sangat banyak dengan tipe data tertentu, misalnya membutuhkan 1000 buah variabel bertipe int untuk suatu perhitungan. Sangat tidak efisien jika kita harus mendeklarasikan ke 1000 variabel tersebut satu per satu. Oleh karena itulah Java memiliki tipe data array.

Array Satu Dimensi
Pada dasarnya array satu dimensi merupakan kumpulan dari variabel yang memiliki tipe data yang sama.


Pendeklarasian tipe data array memiliki dua bentuk:

tipe-data nama-array[];
tipe-data[] nama-array;

Variasi cara pendeklarasian ini hanyalah untuk memudahkan programmer, bentuk mana yang digunakan adalah terserah kepada programmer karena pada dasarnya keduanya sama.

Tipe-data merupakan tipe data yang akan ditampung oleh variabelarray ini. Semua tipe data yang dikenal dalam Java, baik yang primitif maupun berupa class dapat digunakan di sini. Untuk nama array, merupakan identifier yang menunjukkan nama dari variabel array itu sendiri sama seperti nama variabel biasa. Tanda [] memberitahukan Java bahwa variabel ini bertipe array. Contoh Code:

int arr1[];
int[] arr2;

Code di atas mendeklarasikan variabel array arr1 dan arr2 dengan tipe data int. Perlu diperhatikan di sini, Java memperlakukan array sama dengan tipe data referensi di mana variabel ini sebenarnya
hanya digunakan untuk menyimpan referensi dari lokasi array yang sebenarnya di memori. Oleh karena itu, Anda harus mengalokasikan terlebih dahulu tempat di memori sebelum dapat mengakses array menggunakan variabel ini. Pendeklarasian yang ditunjukkan oleh code di atas hanya mendeklarasikan suatu variabel array dengan tipe data int bernama arr1 dan arr2, namun tempat yang akan digunakan untuk menampung array itu sendiri belum dibuat di memori. Berikut ini bentuk umum pengalokasian memori untuk array:

nama-array = new tipe-data[ukuran-array];

Untuk ukuran-array harus berupa bilangan bulat, dan jumlah maksimum yang dapat dimasukkan sebagai ukuran-array hanya terbatas pada seberapa banyak memori yang tersedia pada komputer. Berikut ini contoh pengalokasian memori:

int[] arr = new int[10];

Code di atas mengalokasikan variabel arr dengan tipe data int (array of int) sebanyak 10 buah. Array ini dapat diilustrasikan seperti gambar di bawah ini.
Untuk mengakses nilai yang ditampung dalam sebuah array, kita menggunakan indeks yang menentukan urutan dari array yang akan diakses. Indeks untuk array dalam Java selalu dimulai dari nol. Perhatikan contoh program sederhana berikut ini untuk melihat penggunaan array:

class SingleArray {
public static void main(String[] args) {
int[] x = new int[3];

x[0] = 20;
x[1] = 10;
x[2] = 0;

System.out.println("Nilai x[0] : "+ x[0]);
System.out.println("Nilai x[1] : "+ x[1]);
System.out.println("Nilai x[2] : "+ x[2]);
}
}

Variabel x pada program di atas dideklarasikan bertipe array of int, di mana ukuran array yang dialokasikan mampu menampung 3 buah data bertipe int. Pengaksesan variabel x dilakukan menggunakan indeksnya. Hasil eksekusi program di atas adalah sebagai berikut:

Nilai x[0] : 20
Nilai x[1] : 10
Nilai x[2] : 0

Perlu diperhatikan di sini bahwa kita tidak dapat/tidak boleh mengakses array di luar indeksnya, contoh:
Jika mengetik code di atas pada program, maka pada saat Anda mengeksekusinya, Anda akan mendapatkan eksepsi berupa:

java.lang.ArrayIndexOutOfBoundsException

Penjelasan tentang eksepsi akan dibahas pada Bab 10 nanti. Untuk sekarang Anda dapat mengacuhkannya dahulu.

Pengalokasian kapasitas dari array juga dapat dilakukan pada saat pendeklarasian, contoh:

int[] x = new int[3];

Bahkan dapat langsung menginisialisasi nilai dari array tersebut pada saat mendeklarasikannya, contoh:

int[] x = {0,1,2};

Pada contoh code di atas, secara otomatis akan dialokasikan tempat di memori yang dapat menampung 3 buah tipe data int untuk variabel x, di mana nilai pada masing-masing indeksnya akan
langsung diinisialisasi seperti berikut ini x[0]=0, x[1]=1, x[2]=2. Perlu diperhatikan di sini, Anda hanya dapat melakukan inisialisasi seperti ini pada saat Anda mendeklarasikan array tersebut. Oleh karena itu, contoh code berikut ini akan menghasilkan pesan kesalahan pada waktu hendak di-compile:

int[] x = new x[3];
x = {0,1,2}; // Error...

Array Multi Dimensi
Untuk menyederhanakan pengertian array multidimensi, kita dapat mengartikannya sebagai array of array, yaitu array yang terdapat di dalam array. Cara pendeklarasian array multidimensi ini, pada dasarnya sama dengan array satu dimensi, di mana cukup menambahkan [] sesuai dengan dimensi yang kita inginkan, contoh:

int[][] arr2; //-> Array 2 dimensi
int[][][] arr3; //-> Array 3 dimensi
int[][][][] arr4; //-> Array 4 dimensi

Untuk pengalokasian memori array multidimensi, memiliki sintaks yang sama dengan array satu dimensi, contoh:

int[][] arr2 = new int[3][4];

Code di atas akan mengalokasikan memori untuk menampung nilai tipe data int sebanyak 3*4. Untuk ilustrasi, array ini dapat digambarkan seperti gambar di bawah ini.
Pada prinsipnya, cara penggunaan array untuk dimensi berapa pun adalah sama. Oleh karena itu, untuk kemudahan kita hanya akan menggunakan array dua dimensi untuk menjelaskan tentang array multidimensi ini. Hal lain yang perlu diketahui adalah pada saat pengalokasian memori, Anda dapat mengalokasikan memori hanya untuk dimensi yang paling kiri, contoh:

int[][] arr2; //Pendeklarasian Array 2 dimensi

arr2 = new int[3][]; /* Alokasi memori untuk dimensi yang
paling kiri saja */

/* Alokasi memori untuk dimensi berikutnya */

arr2[0] = new int[4];
arr2[1] = new int[4];

arr2[2] = new int[4];

Alokasi dengan cara di atas sama dengan mengalokasikan memori dengan cara:

arr2 = new int[3][4];

Namun, dengan cara pengalokasian memori mulai dari dimensi yang paling kiri, Anda dapat mengalokasikan array multidimensi yang tidak simetris, contoh:

int[][] arr2;

arr2 = new int[3][];
arr2[0] = new int[1];
arr2[1] = new int[2];
arr2[2] = new int[3];

Ilustrasi array seperti ini dapat digambarkan seperti berikut ini.
Walaupun pengalokasian kapasitas array dapat dilakukan secara tidak simetris, sangat tidak disarankan untuk menggunakan array multidimensi yang tidak simetris seperti ini karena orang punya
kecenderungan untuk menganggap bahwa suatu array biasanya memiliki ukuran simetris sehingga dapat menimbulkan kebingungan bagi orang lain yang akan membaca program Anda. Namun, terkadang kita dapat menggunakan array yang tidak simetris ini jika memang membutuhkan array multidimensi yang sangat besar. Namun, tidak semua tempat dalam array tersebut akan digunakan.
Jika harus membuat array multidimensi yang simetris, akan banyak tempat dalam array yang tidak digunakan, yang berarti penyianyiaan memori. Dalam hal ini, penggunaan array multidimensi yang
tidak simetris mungkin merupakan solusi terbaik.

Seperti yang telah disebutkan di atas, sebenarnya array multidimensi adalah array yang terdapat dalam array. Dengan konsep ini, Anda dapat melakukan inisialisasi terhadap array multidimensi sama seperti menginisialisasi array satu dimensi.

Contoh inisialisasi array dua dimensi:

int[][] arr2 = {{11,12,13},
{21,22,23},
{31,32,33}};

Array di atas memiliki ukuran 3*3 di mana nilai dari setiap elemennya:

arr2[0][0] = 11 arr2[0][1] = 12 arr2[0][2] = 13
arr2[1][0] = 21 arr2[1][1] = 22 arr2[1][2] = 23
arr2[2][0] = 31 arr2[2][1] = 32 arr2[2][2] = 33

Contoh inisialisasi array tiga dimensi:

int[][][] arr3 = {{{111,112,113},{121,122,123}},
{{211,212,213},{221,222,223}},
{{311,312,313},{321,322,323}}};

Array di atas memiliki ukuran 3*2*3 di mana nilai dari setiap elemennya:

arr3[0][0][0] = 111 arr3[1][0][0] = 211
arr3[0][0][1] = 112 arr3[1][0][1] = 212
arr3[0][0][2] = 113 arr3[1][0][2] = 213

arr3[0][1][0] = 121 arr3[1][1][0] = 221
arr3[0][1][1] = 122 arr3[1][1][1] = 222
arr3[0][1][2] = 123 arr3[1][1][2] = 223

arr3[2][0][0] = 311 arr3[2][1][0] = 321
arr3[2][0][1] = 312 arr3[2][1][1] = 322
arr3[2][0][2] = 313 arr3[2][1][2] = 333

Satu hal lagi yang perlu diperhatikan tentang tipe data array, yaitu bahwa Anda dapat mengetahui kapasitas atau panjang dari suatu array dengan mengakses property yang dimiliki oleh objek array,

yaitu length. Perhatikan contoh penggunaannya berikut ini:

class DemoArray {
public static void main(String[] args) {

// array 3*2

int arr[][] = {{1,2},{3,4},{5,6}};

System.out.println("Panjang dimensi pertama:"
+ arr.length);

System.out.println("Panjang dimensi kedua:"
+ arr[0].length);
}

}

Hasil eksekusi program:
Panjang dimensi pertama:3
Panjang dimensi kedua:2

Konversi Tipe Data dan Casting

Adalah hal yang biasa dalam pemrograman untuk menampung suatu nilai dengan tipe data tertentu ke dalam variabel yang mempunyai tipe data yang berbeda. Java akan melakukan konversi tipe data secara otomatis jika kedua tipe data tersebut kompatibel. Misalnya dari tipe data int ke tipe data long.


Contoh code:

int data1 = 10;
long data2 = data1;

Variabel data1 yang bertipe int ditampung ke dalam variabel data2 yang bertipe long. Dengan demikian, terjadi konversi tipe data, dan dalam hal ini konversi dilakukan secara otomatis oleh Java tanpa membutuhkan tambahan code apa pun.

Namun, tidak semua tipe data kompatibel satu dengan yang lainnya. Misalnya tipe data float dengan tipe data int, float merupakan tipe data pecahan (floating-point), sedangkan int adalah tipe data bilangan bulat (integer). Hal yang sama juga terjadi jika Anda hendak mengonversi tipe data yang lebih besar ke tipe data yang lebih kecil, seperti dari int ke short. Konversi tipe data yang tidak kompatibel ini masih memungkinkan, namun harus menyebutkan secara eksplisit

tipe data tujuan (casting)
Sintaks code:

(target-tipe-data)nilai
target-tipe-data      : tipe data yang menjadi tujuan konversi.
Nilai                      : dapat berupa nilai literal atau berupa variabel.

Contoh code:

Float data1 = 10.2f;
int data2 = (int)data1; // -> casting dari float ke int
int data3 = 257;
byte data4 = (byte)data3; // -> casting dari int ke byte

Yang perlu diperhatikan di sini adalah jika Anda mengubah tipe data yang berbeda jenis, seperti dari tipe data pecahan (floating-point) ke tipe data bilangan bulat (Integer), maka akan terjadi pemotongan (truncation). Dalam contoh di atas, data2 akan bernilai 10. Sedangkan untuk tipe data yang lebih kecil jika digunakan untuk menampung data yang lebih besar dari daya tampungnya, maka yang akan tertampung adalah nilai modulusnya (sisa bagi). Dalam contoh di atas, tipe data variabel data4 adalah byte (jumlah maksimum yang dapat ditampung oleh byte adalah 256), sedangkan nilai yang hendak ditampung adalah 257. Dari perhitungan 257/256 diperoleh modulus = 1 maka data4 akan bernilai 1.

Anda juga perlu memperhatikan bahwa di dalam Java dikenal apa yang disebut promosi tipe data secara otomatis dalam suatu ekspresi matematik. Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh code berikut ini:

byte data1 = 10;
byte data2 = 50;
byte data3 = data1 * data2;

Variabel data1 dan data2 memiliki nilai yang terdapat dalam range byte. Namun, hasil perkalian data1 dan data2 akan menghasilkan nilai 500 yang tidak dapat lagi ditampung oleh tipe data byte. Karena alasan ini, maka pada waktu melakukan komputasi, Java akan melakukan promosi tipe data byte ke tipe data int supaya hasil perhitungannya benar. Yang menjadi masalah adalah, promosi tipe
data secara otomatis tersebut akan tetap dilakukan, sekalipun hasil dari perkalian variabel data1 dan data2 tidak melebihi kapasitas tampung tipe data byte.
Hasil dari data1*5 adalah 100 yang seharusnya dapat ditampung oleh tipe data byte, namun karena adanya promosi tipe data secara otomatis, nilai 100 tersebut bukan lagi bertipe byte melainkan bertipe
int. Jika ingin memaksa, Anda dapat melakukan type casting agar code di atas dapat di-compile tanpa menimbulkan pesan kesalahan, seperti berikut ini:

byte data1 = 20;
byte data2 = (byte)(data1 * 5);

Sebagai ringkasan, promosi tipe data secara otomatis dalam suatu ekspresi matematik yang dilakukan oleh Java mengikuti pedoman sebagai berikut:


  1. Untuk tipe data byte dan short akan dipromosikan ke tipe data int.
  2. Jika salah satu operand bertipe data long, maka semua tipe datadari operand yang terlibat dalam ekspresi matematik tersebutakan dipromosikan ke tipe data long.
  3. Jika salah satu operand bertipe data float, maka semua tipe datadari operand yang terlibat dalam ekspresi matematik tersebutakan dipromosikan ke tipe data float, kecuali bila ada operandyang bertipe data double.
  4. Jika salah satu operand bertipe data double, maka semua tipedata dari operand yang terlibat dalam ekspresi matematik tersebut akan dipromosikan ke tipe data double.

Konversi tipe data terkadang dapat mengakibatkan kebingungan dan kesalahan logik yang sulit dicari penyebabnya. Perhatikan contoh code di bawah ini.

int nilai = 26;
double hasil = nilai/4;

Jika code di atas dieksekusi, maka isi variabel hasil adalah 6.0 dan bukan 6.5. Ini karena variabel nilai bertipe data int sehingga hasil operasi nilai/4 adalah juga bertipe data int yang hanya dapat menampung bilangan bulat saja. Sehingga hasil yang didapat dari nilai/4 adalah 6 dan bukan 6.5. Hasil ini baru kemudian ditampung oleh variabel hasil dan mengakibatkan variabel hasil bernilai 6.0.

Untuk menghindari kesalahan seperti ini usahakan selalu menggunakan tipe data pecahan (floating-point, seperti double dan float) untuk melakukan operasi yang dapat menghasilkan bilangan pecahan. Selain itu, Anda juga dapat melakukan casting ke tipe data floating-point terhadap salah satu operand yang terlibat dalam operasi tersebut, seperti yang ditunjukkan oleh contoh code berikut ini:

int nilai = 26;
double hasil = (double)nilai/4;

Sintaks Bahasa dan Tipe Data ( Tipe Data )

Tipe Data

Tipe data diperlukan agar kompiler tahu operasi apa yang valid dan seberapa banyak memori yang diperlukan oleh sebuah nilai yang akan disimpan atau dioperasikan. Variabel digunakan untuk menampung suatu nilai, karena itu setiap variabel pasti memiliki tipe data dan harus dideklarasikan terlebih dahulu sebelum dapat digunakan. Perbedaan tipe data juga mengakibatkan setiap operasi penugasan (lihat Bab 4 tentang operator), baik secara eksplisit maupun melalui passing parameter pada waktu pemanggilan method (akan dibahas nanti), selalu dicek kompatibilitas tipe datanya. Dalam Java, tipe data dapat dikelompokkan menjadi dua jenis tipe data, yaitu tipe data primitif dan referensi.

Tipe Data Primitif

Tipe data primitif merupakan tipe data dasar yang dikenal oleh Java. Terdapat delapan buah tipe data primitif yang dikenal dalam Java sebagai berikut.
Kedelapan tipe data primitif ini dapat dikelompokkan ke dalam empat group:

  1. Integer merupakan tipe data bilangan bulat yang terdiri atas byte, short, int, dan long.
  2. Floating-Point merupakan tipe data bilangan pecahan yang terdiri atas float dan double.
  3. Karakter mewakili simbol dari sebuah karakter yang terdiri ataschar.
  4. Boolean merupakan tipe data yang menunjukkan nilai true atau false, yang terdiri atas boolean.

Variabel dengan tipe data primitif ini dapat digunakan secara langsung untuk menyimpan suatu nilai tertentu.Contoh:
int indeks = 2;
int hasil = indeks * 11;

Tipe Data Referensi

Tipe data referensi digunakan untuk memegang referensi dari suatu objek (instance dari class). Pendeklarasian variabel tipe data ini sendiri sama dengan tipe data primitif. Namun, penggunaannya agak sedikit berbeda. Perhatikan contoh code di bawah ini untuk lebih jelasnya:

class ProgSederhana {
int x = 0; /* Pendeklarasian variabel dengan
tipe data int */

public static void main(String[] args) {

/*Pendeklarasian variabel dengan tipe data
class ProgSederhana*/
ProgSederhana var;

//Instantiate class ProgSederhana menjadi
//objek
var = new ProgSederhana();

/*setelah proses instantiate ini, Anda
dapat mengakses objek ProgSederhana
melalui variabel var*/
var.x = 20;
System.out.println("Nilai x : " + var.x);
}
}

Code berikut ini:

var = new ProgSederhana();

memerintahkan run-time Java untuk mengalokasikan memori membuat objek ProgSederhana di memori dan menyerahkan referensi (alamat) dari objek tersebut untuk dipegang oleh variabel var. Inilah yang kita sebut dengan instantiate class menjadi sebuah objek. Dengan variabel var ini, Anda dapat mengakses internal objek yang telah dibuat tersebut:

var.x = 20;

Penjelasan Tentang Nilai Literal

Literal adalah suatu nilai konstan yang terlihat secara eksplisit.

Perhatikan contoh code berikut ini:

int index = 100;
index = index * 11;

Pada code di atas, angka 100 merupakan nilai literal, begitu juga dengan angka 11 pada baris berikutnya. Notasi index * 11 mempunyai arti bahwa nilai yang dipegang oleh variabel index (index
bukan berupa nilai literal melainkan variabel) dikalikan dengan nilai literal 11 dan hasilnya ditampung kembali oleh variabel index. Ada baiknya Anda mencoba membuat sebuah class baru dan mengetik perintah di atas untuk melihat hasilnya. Tambahkan code berikut ini untuk melihat nilai dari variabel index:

System.out.println(index);

Literal Integer
Semua angka berupa bilangan bulat yang ditulis dalam program akan dikenal sebagai tipe data int oleh Java. Contohnya 1, 10, 19, 30, dan seterusnya. Pada contoh ini, nilai literal int ditulis berupa
bilangan berbasis 10 (desimal). Anda juga dapat menulisnya dalam basis 8 (oktal) atau 16 (heksadesimal). Untuk menulis nilai literal dalam bentuk oktal, Anda dapat menuliskannya dengan angka 0 di depannya, contoh 01, 05, 0456. Digit untuk bilangan oktal memiliki range antara 0 – 7, karenanya jangan menggunakan bilangan yang lebih besar dari angka 7 untuk menuliskan bilangan oktal. Untuk bilangan heksadesimal, Anda dapat menulisnya dengan didahului oleh tanda 0x (nol dan x) atau 0X (nol dan X), contohnya 0x1, 0X92, 0xA, dan seterusnya. Digit bilangan heksadesimal memiliki range antara 0-15, untuk digit 10-15 digunakan huruf A-F atau a-f sebagai lambangnya.

Untuk menuliskan angka yang memiliki ukuran yang sangat besar, di mana hanya tipe data long (64 bit) yang dapat menampungnya,Anda perlu menambahkan karakter L atau l di akhir nilai literal yang
Anda ketik, untuk memberi tahu Java bahwa nilai literal yang diketik tersebut bertipe data long dan bukan bertipe int. Contoh : 0x7ffffffffffffffL dan 9034872617383847568L.

Literal Floating-Point
Bilangan floating-point merupakan bilangan desimal yang berupa pecahan. Bilangan ini dapat ditulis menggunakan notasi standar biasa atau menggunakan notasi ilmiah (scientific notation). Notasistandar menggunakan titik untuk menandakan pecahan. Contohnya 10.2, 11.13, 99.9, dan seterusnya. Sementara untuk notasi ilmiah dapat digunakan dengan menambah lambang En pada notasi standard floating-point. E (eksponensial) berarti bahwa nilai floatingpoint- nya harus dikalikan dengan nilai 10 sebanyak n kali untuk mendapatkan nilai yang sebenarnya, contoh:

7.02345E3 = 7.02345 x 103 = 7023.45

Secara default semua nilai literal floating-point yang ditulis dalam Java akan dianggap memiliki tipe data double. Akan tetapi, secara eksplisit Anda dapat menentukan tipe data dari nilai literal yang ditulis dengan menambahkan lambang F atau f untuk tipe data float dan D atau d untuk tipe data double.

Kesalahan umum yang sering terjadi adalah kebanyakan orang mencoba menuliskan code seperti berikut ini:

float num = 10.5;

Nilai literal 10.5 di atas secara default akan bertipe data double sehingga menimbulkan kesalahan karena double memiliki ukuran lebih besar daripada float. Untuk memperbaikinya, Anda dapat menambahkan tanda F atau f di belakang nilai literal tersebut, seperti berikut ini:

float num = 10.5f;

Literal Boolean
Untuk tipe data boolean, Java hanya mengenal dua nilai literal, yaitu true dan false. Contoh penggunaan:

boolean value1 = true ;
boolean value2 = false;

Note: Para programmer yang biasa menggunakan C/C++ harus memperhatikan bahwa nilai literal true dan false tidak dapat dikonversi ke dalam bentuk representasi numerik seperti halnya di dalam bahasa C/C++. Dalam C/C++ semua selain 0 adalah true. Dalam Java hal ini tidak berlaku.

Literal Character
Java didesain untuk menjadi bahasa yang portabel dan universal. Oleh karena itu, Java mendukung penggunaan Unicode Characters, yang mencakup hampir semua karakter yang dikenal oleh manusia
dalam berbagai bahasa, seperti Arabic, Latin, Greek, dan lain-lain. Untuk itu, lebar data untuk tipe data char adalah 16 bit agar dapat merepresentasikan semua karakter yang ada. Untuk kode ‘ASCII’
yang telah dikenal luas, kita dapat langsung menulisnya di dalam tanpa petik, contoh ‘a’, ‘$’, ‘*’, dan seterusnya. Namun, untuk beberapa karakter yang tidak dapat kita masukkan dengan mengetik
secara langsung melalui keyboard (seperti karakter ganti baris, tab, backspace, dan lain-lain), dapat digunakan apa yang dikenal sebagai escape sequences. Cara menulisnya menggunakan karakter \ (backslash). Contohnya, untuk karakter ganti baris, kita dapat menulis ‘\n’. Selain itu, juga dapat secara langsung menulis nilai Unicode dari karakter yang diinginkan menggunakan bilangan oktal
atau heksadesimalnya. Jika menggunakan bilangan oktal, dapat langsung ditulis dengan format ‘\ddd’, di mana nilai ddd diganti dengan bilangan oktal. Contohnya ‘\141’ untuk karakter ‘a’. Dan
jika menggunakan heksadesimal Anda dapat menggunakan format penulisan ‘\uxxxx’ di mana nilai xxxx diganti dengan bilangan heksadesimal. Contohnya ‘\u0061’ untuk karakter ‘a’.

Berikut ini daftar escape sequence yang dikenal oleh Java.

Escape Sequences                        Deskripsi
\ddd                                              karakter Oktal(ddd)
\uxxxx                                          karakter Heksadesimal(xxxx)
\’                                                  tanda petik
\”                                                 tanda petik ganda
\\                                                  tanda \ (backslash)
\r                                                  carriage return
\n                                                 pindah baris
\f                                                 form feed
\t                                                  tab
\b                                                backspace

Literal String
Literal untuk string dalam Java ditulis di antara tanda petik ganda, dan sama halnya seperti literal untuk karakter, escape sequences juga dapat digunakan di sini. Contoh literal string:

"Literal String"
"Baris 1\nBaris 2"
"\"Tanda petik ganda\" dan tanda backslash \\"

Untuk melihat efek penggunaan escape sequences ini, Anda dapat menggunakan perintah System.out.println() dalam program.

Hasilnya sebagai berikut:

Literal String
Baris 1
Baris 2
"Tanda petik ganda" dan tanda backslash \

Sintaks Bahasa dan Tipe Data ( Variabel )

Variabel

Variabel merupakan lokasi penyimpanan yang ada di memori. Setiap variabel memiliki kemampuan menyimpan suatu informasi sesuai dengan tipe data yang dideklarasikan untuk variabel tersebut saja. Sintaks pendeklarasian variabel secara umum adalah sebagai berikut:

tipe-data nama-variabel;

Tipe-data meliputi semua tipe data yang dikenal oleh Java, sedangkan nama-variabel adalah identifier yang akan digunakan untuk merujuk ke variabel tersebut di dalam program.


Contoh code:

int counter;

Code di atas mendeklarasikan suatu variabel yang bernama counter dengan tipe data int.


Scope dari Variabel
Dalam Java, secara garis besar scope dari variabel dapat dibedakan menjadi dua bagian, yaitu variabel yang dideklarasikan di dalam blok class (dikenal juga sebagai property) dan variabel yang dideklarasikan di dalam blok code.

Variabel yang dideklarasikan dalam blok class akan dikenal di bagian manapun dalam blok class tersebut. Variabel ini juga bahkan dapat diakses dari luar class menggunakan referensi objek atau instance dari class tersebut. Namun hal ini akan dipengaruhi oleh penggunaan access specifier. Access specifier akan kita bahas pada saat kita memasuki pembahasan tentang class. Untuk sementara ini demi kemudahan, di dalam contoh program di buku ini, setiap variabel yang dideklarasikan di dalam class tidak akan menggunakan access specifier apa pun.

Pada dasarnya variabel dapat dideklarasikan di dalam blok code manapun. Yang dimaksud dengan blok code di sini adalah bagian dari code yang dimulai dengan karakter { dan ditutup dengan karakter }. Blok ini menentukan scope dari suatu variabel, yaitu apakah suatu variabel akan dikenal di bagian lain dari program atau tidak. Perhatikan juga bahwa Anda dapat membuat nested blok, di mana di dalam suatu blok code terdapat blok code lainnya. Aturan sederhana yang perlu diingat hanyalah, pendeklarasian suatu variabel dalam suatu blok code akan dikenal oleh nested blok yang ada di dalam blok code tersebut, namun tidak berlaku sebaliknya. Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh code berikut ini:

class Scope {

static int a = 2; //deklarasi variabel dalam blok class
public static void main(String[] args) {
     int x; //variabel x ini dikenal di seluruh method main()
     x = 10;

     //variabel a juga dikenal di sini
     System.out.println("Nilai a : " + a);

     { //awal dari blok baru
        int y; //variabel ini hanya dikenal di dalam
        //blok code ini saja

     y = 5;

     //variabel x dikenal di sini
     System.out.println("Nilai x : " + x);

     //variabel a juga dikenal di sini
     System.out.println("Nilai a : " + a);

     { //nested blok
        int z;//variabel ini hanya dikenal di
           //dalam nested blok ini saja

           z = 20;

      /* variabel x,y dan a dikenal di dalam
     nested blok ini */
    
     System.out.println("Nilai x+y+z+a : "
               + (x + y + z + a));
      } //akhir dari nested blok

       //z = 11; // -> Error variabel z tidak lagi
      //dikenal di sini

/* variabel y masih dikenal di sini karena
masih dalam blok code tempat ia
dideklarasikan */

System.out.println("Nilai y : " + y);

} //akhir dari blok baru

//y = 12; // -> Error: variabel y tidak dikenal di sini

/* variabel x masih dikenal di sini karena masih
dalam blok code tempat ia dideklarasikan */

System.out.println("Nilai x : " + x);

} //akhir dari method main


} //akhir dari deklarasi class

Deklarasi variabel dapat diletakkan di baris manapun dari program, tetapi perhatikan juga bahwa Anda tidak dapat menggunakan variabel yang belum dideklarasikan, sebagai contoh:

index = 0; // -> Erorr, variabel index belum
                //       dideklarasikan
int index; // -> di sini index baru
               //       dideklarasikan sebagai tipe int

Anda juga dapat langsung memberikan nilai pada suatu variabel pada saat mendeklarasikannya, sebagai contoh:

int index = 10;

Harus diingat bahwa variabel yang telah dideklarasikan dalam blok class, dapat dideklarasikan ulang (dengan nama yang sama) dalam blok code, namun variabel yang telah dideklarasikan dalam suatu blok code, tidak boleh dideklarasikan lagi dalam scope blok code yang sama (di dalam scope di mana variabel tersebut masih dikenal). Perhatikan contoh berikut ini:

class Scope {
          int x; //􀃎 deklarasi variabel int dengan nama
                  // x dalam blok class

public static void main(String[] args) {
      int x; // 􀃎 deklarasi variabel int
                 // dengan nama x dalam blok code

                // baris code lainnya...

{
               // awal dari blok(scope) baru

     int x;//􀃎 Error, variabel x telah
                  // dideklarasikan sebelumnya

                // baris code lainnya...
}

     int x; //􀃎 Error, variabel x telah
             // dideklarasikan sebelumnya pada
            // blok code yang sama

     } //akhir dari method main
}

Sintaks Bahasa dan Tipe Data ( Reserved Words/Keywords )

Reserved Words/Keywords

Merupakan kata-kata yang dikenal oleh kompiler Java dan memiliki arti khusus dalam program.

Berikut ini adalah daftar keyword yang dikenal oleh java :

Selamat Membaca!!! :)

Sintaks Bahasa dan Tipe Data ( Identifier )

Identifier

Identifier merupakan nama yang digunakan untuk menamai class, interface, variabel, dan method. Anda dapat menentukan sendiri identifier yang akan digunakan. Yang perlu diperhatikan mengenai
identifier ini adalah:

  • Tidak ada batasan panjang, jadi kita dapat membuat identifier dengan panjang berapa pun.
  • Identifier harus diawali dengan huruf, underscore/garis bawah (_) atau lambang dolar ($). Untuk selebihnya dapat menggunakan karakter apa pun, kecuali karakter yang digunakan sebagai operator oleh Java (seperti +, -, *, atau /).
  • Bukan merupakan keywords yang dikenal oleh Java.

Pada contoh program sebelumnya, Hello merupakan identifier yang digunakan untuk menamai class yang dibuat.

Contoh identifier yang valid:
strTemp $counter b4Th33 _aValidOne

Contoh identifier yang tidak valid:
4Ever from-to Good/Bad *by4


Good Luck!!! :)

Sintaks Bahasa dan Tipe Data ( Contoh Program Java Sederhana )

Contoh Program Java Sederhana

Setelah Anda mendapatkan gambaran yang cukup mengenai dasar dasar OOP, kini saatnya kita memasuki dunia Java yang sebenarnya. Berikut ini contoh program Java yang sederhana:

/*
     Contoh program java sederhana
     -----------------------------
*/
class Hello{
     //awal program selalu dimulai dari main()
     public static void main(String[] args) {
          System.out.println("Hello Java...");
     }
}

Note: Java bersifat case sensitive. Huruf besar dan keciladalah berbeda dalam Java. Oleh karena itu, pastikan mengetik code di atas sama persis, tanpa mengubah tipe huruf. Selain itu dalam Java, white space seperti karakter spasi, tab, pindah baris, dan karakter lainnya yang berfungsi untuk memformat tampilan, tidak memiliki arti apa pun selain untuk memudahkan kita membaca code yang ditulis. Oleh karena itu, gunakan karakter white space ini sesuka Anda untuk memformat tampilan code yang ditulis, agar memudahkan Anda atau siapa pun membacanya.Untuk selanjutnya, kemungkinan Anda akan banyak bereksperimen dengan membuat class baru sendiri. Ingatlah, selalu simpan setiap class yang dibuat ke dalam filenya masing-masing yang sesuai dengan nama class-nya. Contohnya jika Anda membuat class Test, simpan ke dalam file Test.java.

Lakukan kompilasi dengan mengetikkan perintah berikut pada
command prompt:

javac Hello.java

Contoh:

C:\java_projects>javac Hello.java

Setelah kompilasi, Anda akan mendapatkan file bytecode dengan nama Hello.class. Ketik perintah berikut untuk mengeksekusi program Java ini:

java Hello

Contoh:
C:\java_projects>java Hello

Ingat, pada perintah di atas, Hello adalah nama class, bukan nama file, karena itu jangan memasukkan nama ekstensi file .class. Sebagai hasil output dari program di atas, Anda akan mendapatkan hasil sebagai berikut:

Hello Java...


Penjelasan Program Baris per Baris

Program di atas sangat sederhana, namun memiliki beberapa bagian penting. Kita perjelas dengan melihat bagian-bagian tersebut satu per satu. Dimulai dengan bagian:

/*
     Contoh program java sederhana
     -----------------------------
*/

Bagian ini merupakan bagian yang dikenal sebagai komentar. Komentar bukan merupakan bagian dari program karena ia tidak akan di-compile oleh compiler Java dan tidak akan mempengaruhi alur eksekusi program. Komentar ini lebih ditujukan untuk memperjelas source code yang kita tulis sehingga code akan lebih mudah dibaca oleh siapa pun. Komentar di atas ditulis di antara tanda /* dan */.

class Hello {

Baris code ini mendeklarasikan sebuah class dengan nama Hello. Perhatikan bahwa keseluruhan deklarasi dari class ini diawali dengan { dan ditutup dengan }. Semua code yang terletak di antara { } merupakan bagian dari class ini.

Class VS Objek
Jika sampai saat ini Anda masih dibingungkan dengan hubungan antara class dan objek, maka penjelasan berikut ini mungkin dapat sedikit memberikan pencerahan. Class dan objek memang memiliki hubungan yang erat. Class sendiri dapat dikatakan sebagai spesifikasi/desain dari objek,
atau mungkin jika Anda lebih suka dengan istilah lain, yaitu Blue Print. Jika Anda seorang arsitek, yang harus dilakukan sebelum membangun sebuah gedung adalah membuat desain gedung yang akan dibangun di atas kertas, baru kemudian gedung yang sesungguhnya dibangun berdasarkan desain
tersebut. Dalam hal ini, desain yang dibuat adalah class itu sendiri, sedangkan gedung yang dibangun berdasarkan desain tersebut adalah objeknya. Dengan demikian, jelas bahwa class adalah suatu spesifikasi/desain dari objek, sedangkan objek sendiri adalah instance (perwujudan) dari class. Alasan
ini juga yang menyebabkan kata instance sering digunakan sebagai ganti dari objek karena memiliki arti yang sama.

//awal program selalu dimulai dari main()

Baris code ini juga merupakan komentar. Perbedaannya dengan /* */ adalah bahwa // hanya berlaku untuk satu baris ini saja dan semua kata-kata setelah tanda // merupakan komentar. Beberapa bagian dari code ini akan terasa sulit di sini karena membutuhkan pengenalan akan bahasa Java yang lebih mendalam. Anda tidak perlu khawatir, penjelasan singkat akan tetap diberikan. Teruslah membaca sekalipun masih kurang memahaminya karena Anda pasti akan mendapatkan penjelasan yang lebih mendalam pada bab selanjutnya.

public static void main(String[] args) {

Baris code di atas mendeklarasikan suatu method dengan nama main. Nama main di sini merupakan suatu keharusan dalam Java karena Java akan mencari method yang bernama main ini sebagai
titik awal eksekusi program. Keyword public merupakan access specifier yang menentukan visibility level dari method ini. Public berarti method ini dapat diakses/dipanggil dari luar class di mana ia
dideklarasikan. Method main() akan dipanggil dari luar oleh runtime Java pada saat program akan dieksekusi sehingga access specifier yang dimilikinya haruslah public. Keyword static memungkinkan method main() dipanggil tanpa harus terlebih dahulu membuat instance dari class Hello. Ini diperlukan karena method main() akan dieksekusi sebelum objek dari class Hello dibuat di memori. Keyword void berarti bahwa method main() tidak mengembalikan nilai apa pun setelah dipanggil/dieksekusi.

System.out.println("Hello Java...");

Baris code ini memiliki beberapa bagian penting, antara lain:

  • System adalah nama dari salah satu class standar yang dimiliki oleh Java.
  • Out merupakan anggota dari class System dan juga merupakan objek tersendiri, out merupakan objek yang mewakili standard output stream yang dalam hal ini adalah layar komputer. Seperti halnya dengan method main() di atas, objek out ini dideklarasikan menggunakan keyword static di dalam class-nya sehingga ia dapat langsung dipanggil tanpa perlu terlebih dulu membuat instance dari class System.
  • Println merupakan method yang terdapat pada objek out. Berfungsi untuk mencetak keluaran ke standard output. Method ini juga mencetak karakter pindah baris. Untuk mencetak keluaran ke standard output tanpa mencetak karakter pindah baris, Anda dapat menggunakan method print().
  • "Hello Java…" merupakan parameter dari method println() yang diterima oleh internal method ini dan dicetak ke standard output yang dalam hal ini adalah layar komputer sehingga pada saat Anda menjalankan program ini, di layar komputer akan tercetak Hello Java...
  • Tanda ; yang Anda lihat di paling belakang baris diperlukan untuk menandakan akhir suatu statement/pernyataan/perintah.

Saat ini mungkin Anda telah mulai merasa kehilangan arah dan penjelasan tentang baris program di atas kelihatan tidak masuk akal, tetapi teruslah membaca. Penjelasan yang lebih detail akan Anda dapatkan pada bab-bab berikutnya...
Good Luck!!! :)
 

Serba Ada Blog Copyright © 2011-2012 | Powered by Blogger