Tampilkan postingan dengan label Sosiologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosiologi. Tampilkan semua postingan

TEORI-TEORI ETIKA

BEBERAPA SISTEM FILSAFAT MORAL
  1. HEDONISME
  2. EUDEMONISME
  3. UTILITARISME

HEDONISME
Doktrin etika yang mengajarkan bahwa hal terbaik bagi manusia adalah mengusahakan “kesenangan” (Hedone)
  1. Aristipos dri Kyrene (433 – 355s.M):
Ø  Yang sungguh baik bagi manusia adalah kesenangan.
Ø  Kesenangan itu bersifat badani belaka, karena hakikatnya tidak lain dari pada gerak dalam badan
Tiga Kemungkinan Gerak
  1. Gerak yang kasar: Ketidaksenangan
  2. Gerak yang halus: Kesenangan
  3. Ketiadaan gerak: Netral

            Hedonisme: Yang baik dalam arti yang sebenarnya adalah kenikmatan (gerak yang halus) kini dan di sini.

2. Epikuros (341 – 270 s.M.)
  1. Kesenangan adalah tujuan hidup manusia.
  2. Menurut kodratnya setiap manusia mencari kesenangan.
  3. Kesenangan yang dimaksud bukanlah kesenangan inderawi, tetapi kebebasan dari rasa nyeri dalam tubuh kita dan kebebasan dari keresahan dalam jiwa.

Tiga Macam Keinginan
  1. Keinginan alamiah yang perlu.
  2. Keinginan alamiah yang tidak perlu.
  3. Keinginan yang sia-sia.

            Hedonisme: Hidup yang baik adalah memenuhi keinginan alamiah yang perlu
Tinjauan Kritis
  1. Ada kebenaran yang mendalam pada hedonisme: Manusia menurut kodratnya mencari kesenangan dan berupaya menghindari ketidaksenangan. Tetapi apakah manusia selalu mencari kesenangan?
  2. Hedonisme beranggapan bahwa kodrat manusia adalah mencari kesenangan sehingga kesenangan disetarakan dengan moralitas yang baik. Tetapi jika demikian, apakah ada jaminan bahwa kesenangan itu baik secara etis?
c.   Para hedonis berpikir bahwa sesuatu adalah baik karena disenangi.  Tetapi sesuatu belum tentu menjadi baik karena disenangi.
d.   Hedonisme mengatakan bahwa kewajiban moral saya adalah membuat sesuatu yang terbaik bagi diri saya sendiri. Karena itu ia  mengandung paham egoisme karena hanya memperhatikan kepentingan dirinya saja.

EUDEMONISME
Aristoteles (384 – 322):
  1. Bahwa dalam setiap kegiatannya manusia mengejar suatu tujuan akhir yang disebut kebahagiaan. Tetapi apa itu kebahagiaan?
  2. Manusia mencapai kebahagiaan dengan menjalankan secara baik kegiatan-kegiatan rasionalnya dengan disertai keutamaan.

UTILITARIANISME
  1. Anggapan bahwa klasifikasi kejahatan harus didasarkan atas kesusahan atau penderitaan yang diakibatkannya terhadap  terhadap para korban dan masyarakat.
  2. Menurut kodratnya manusia menghindari ketidaksenangan dan mencari kesenangan. Kebahagiaan tercapai jika manusia memiliki kesenangan dan bebas dari kesusahan.
c.   Karena menurut kodratnya tingkah laku manusia terarah pada kebahagiaan, maka suatu perbuatan dapat dinilai baik atau buruk, sejauh dapat meningkatkan atau mengurangi kebahagiaan semua orang.

d.   Moralitas suatu tindakanharus ditentukan dengan menimbang kegunaannya untuk mencapau kebahagiaan umat manusia. (The greatest happiness of the greatest number)

Teori Etika

a.  Etika Teleologi
            dari kata Yunani,  telos = tujuan, 
            Mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang mau dicapai dengan tindakan itu, atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh tindakan itu.

            Dua aliran etika teleologi :
 - Egoisme Etis
 - Utilitarianisme
* Egoisme Etis
Inti pandangan egoisme adalah bahwa tindakan dari setiap orang pada dasarnya bertujuan untuk mengejar pribadi dan memajukan dirinya sendiri.

Satu-satunya tujuan tindakan moral setiap orang adalah mengejar kepentingan pribadi dan memajukan dirinya.

Egoisme ini baru menjadi persoalan serius ketika ia cenderung menjadi hedonistis, yaitu ketika kebahagiaan dan kepentingan pribadi diterjemahkan semata-mata sebagai kenikmatan fisik yg bersifat vulgar.
* Utilitarianisme
berasal dari bahasa latin utilis yang berarti “bermanfaat”.

Menurut teori ini suatu perbuatan adalah baik jika membawa manfaat, tapi manfaat itu harus menyangkut bukan saja  satu dua orang melainkan masyarakat sebagai keseluruhan.

Dalam rangka pemikiran utilitarianisme, kriteria untuk menentukan baik buruknya suatu perbuatan adalah “the greatest happiness of the greatest number, kebahagiaan terbesar dari jumlah orang yang terbesar.
Utilitarianisme , teori ini cocok sekali dengan pemikiran ekonomis, karena cukup dekat dengan Cost-Benefit Analysis. Manfaat yang dimaksudkan utilitarianisme bisa dihitung sama seperti kita menghitung untung dan rugi atau kredit dan debet dalam konteks bisnis
Utilitarianisme, dibedakan menjadi dua macam :
  1. Utilitarianisme Perbuatan (Act Utilitarianism)
  2. Utilitarianisme Aturan (Rule Utilitarianism)

Prinsip dasar utilitarianisme (manfaat terbesar  bagi jumlah orang terbesar) diterpakan pada perbuatan.

Utilitarianisme aturan membatasi diri pada justifikasi aturan-aturan moral.
b. Deontologi
Istilah deontologi berasal dari kata  Yunani ‘deon’ yang berarti kewajiban.
‘Mengapa perbuatan ini baik dan perbuatan itu harus ditolak sebagai buruk’, deontologi menjawab : ‘karena perbuatan pertama menjadi kewajiban  kita dan karena perbuatan kedua dilarang’.
Yang menjadi dasar baik buruknya perbuatan adalah kewajiban.
Pendekatan deontologi sudah diterima dalam konteks agama, sekarang merupakan juga salah satu teori etika yang terpenting.
Ada tiga prinsip yg harus dipenuhi :
(1)  Supaya tindakan punya nilai moral, tindakan ini harus dijalankan berdasarkan kewajiban
(2)  Nilai moral dari tindakan ini tidak tergantung pada tercapainya tujuan dari tindakan itu melainkan tergantung pada kemauan baik yang mendorong seseorang untuk melakukan tindakan itu, berarti kalaupun tujuan tidak tercapai, tindakan itu sudah dinilai baik
(3)  Sebagai konsekuensi dari kedua prinsip ini, kewajiban adalah hal yang niscaya dari tindakan yang dilakukan berdasarkan sikap hormat pada hukum moral universal
Bagi Kant, Hukum Moral ini dianggapnya sbg perintah tak bersyarat (imperatif kategoris), yg berarti hukum moral ini berlaku bagi semua orang pada segala situasi dan tempat.

Perintah Bersyarat adalah perintah yg dilaksanakan kalau orang menghendaki akibatnya, atau kalau akibat dari tindakan itu mrpk hal yg diinginkan dan dikehendaki oleh orang tsb.

Perintah Tak Bersyarat adalah perintah yg dilaksanakan begitu saja tanpa syarat apapun, yaitu tanpa mengharapkan akibatnya, atau tanpa mempedulikan  apakah akibatnya tercapai dan berguna bagi orang tsb atau tidak.
c. Teori Hak
Dalam pemikiran moral dewasa ini barangkali teori hak ini adalah pendekatan yang paling banyak dipakai untuk mengevaluasi  baik buruknya  suatu perbuatan atau perilaku.

Teori Hak merupakan suatu aspek  dari teori deontologi, karena berkaitan dengan kewajiban. Hak dan kewajiban bagaikan dua sisi uang logam yang sama.

Hak didasarkan atas martabat manusia dan martabat semua manusia itu sama. Karena itu hak sangat cocok dengan suasana pemikiran demokratis.
.
d. Teori Keutamaan (Virtue)
memandang  sikap atau akhlak seseorang.
Tidak ditanyakan apakah suatu perbuatan tertentu adil, atau jujur, atau murah hati dan sebagainya.
Keutamaan bisa didefinisikan  sebagai berikut : disposisi watak  yang telah diperoleh  seseorang dan memungkinkan  dia untuk bertingkah  laku baik secara moral.
Contoh keutamaan :
  1. Kebijaksanaan
  2. Keadilan
  3. Suka bekerja keras
  4. Hidup yang baik
Keutamaan yang harus menandai pebisnis perorangan bisa disebut : kejujuran, fairness, kepercayaan dan keuletan. Keempat keutamaan ini berkaitan erat satu sama lain dan kadang-kadang malah ada tumpang tindih di antaranya.

Fairness : kesediaan untuk memberikan apa yang wajar kepada semua orang dan dengan wajar dimaksudkan apa yang bisa disetujui oleh semua pihak yang terlibat dalam suatu transaksi.

Keutamaan-keutamaan yang dimilliki manajer dan karyawan sejauh mereka mewakili perusahaan, adalah : Keramahan, Loyalitas, Kehormatan dan Rasa malu.
Keramahan merupakan inti  kehidupan bisnis, keramahan  itu hakiki untuk setiap hubungan antar manusia, hubungan bisnis tidak terkecuali.

Loyalitas berarti bahwa karyawan tidak bekerja semata-mata untuk mendapat gaji, tetapi mempunyai juga komitmen yang tulus dengan perusahaan.

Kehormatan adalah keutamaan yang membuat karyawan menjadi peka terhadap suka dan duka serta sukses dan kegagalan perusahaan.


Rasa malu membuat karyawan solider dengan kesalahan  perusahaan.

Apa itu Etika?

Etika berasal dari dari kata Yunani ‘Ethos’ (jamak – ta etha), berarti adat istiadat
Etika berkaitan dengan kebiasaan hidup yang baik, baik pada diri seseorang maupun pada suatu masyarakat
Etika berkaitan dengan nilai-nilai, tatacara hidup yg baik, aturan hidup yg baik dan segala kebiasaan yg dianut dan diwariskan dari satu orang ke orang yang lain atau dari satu generasi ke generasi yg lain
Pengertian etika = moralitas
Moralitas berasal dari kata Latin Mos (jamak – Mores) berarti adat istiadat atau kebiasaan
Pengertian harfiah dari etika dan moralitas, sama-sama berarti sistem nilai tentang bagaimana manusia harus hidup baik sebagai manusia yang telah diinstitusionalisasikan dalam sebuah adat kebiasaan yang kemudian terwujud dalam pola perilaku yang ajek dan terulang dalam kurun waktu yang lama sebagaimana laiknya sebuah kebiasaan
Etika sebagai Filsafat Moral
Etika sebagai filsafat moral tidak langsung memberi perintah konkret sebagai pegangan siap pakai.

Etika  dapat dirumuskan sebagai refleksi kritis dan rasional mengenai
  1. Nilai dan norma yang menyangkut bagaimana manusia harus hidup baik sebagai manusia
  2. Masalah kehidupan manusia dengan mendasarkan diri pada nilai dan norma moral yang umum diterima
Etika sebagai sebuah ilmu yang terutama menitikberatkan refleksi kritis dan rasional,
  1. Mempersoalkan apakah nilai dan norma moral tertentu memang harus dilaksanakan dalam situasi konkret terutama yang dihadapi seseorang, atau
  2. Etika mempersoalkan apakah suatu tindakan yang kelihatan bertentangan dengan nilai dan norma moral tertentu harus dianggap sebagai tindakan yang tidak etis dan karena itu dikutuk atau justru sebaliknya
  3. Apakah dalam situasi konkret yang saya hadapi saya memang harus bertindak sesuai dengan norma yang ada dalam masyarakatku ataukah justru sebaliknya saya dapat dibenarkan untuk bertindak sebaliknya yang bahkan melawan nilai dan norma moral tertentu.
Etika sebagai Ilmu menuntut orang untuk berperilaku moral secara kritis dan rasional.

Dengan menggunakan bahasa Nietzcshe, etika sebagai ilmu menghimbau orang untuk memiliki moralitas tuan dan bukan moralitas hamba

Dalam bahasa Kant, etika berusaha menggugah kesadaran manusia untuk bertindak secara otonom dan bukan secara heteronom. Etika bermaksud membantu manusia untuk bertindak secara bebas tetapi dapat dipertanggungjawabkan.

2. Tiga Norma Umum
Norma à memberi pedoman tentang bagaimana kita harus hidup dan bertindak secara baik dan tepat, sekaligus menjadi dasar bagi penilaian mengenai baik buruknya perilaku dan tindakan kita.

Macam Norma :
  1. Norma Khusus
  2. Norma Umum
            - Norma Sopan santun
            - Norma Hukum
            - Norma Moral
Norma-norma Khusus adalah aturan yang berlaku dalam bidang kegiatan atau kehidupan khusus, misalnya aturan olah raga, aturan pendidikan dan lain-lain

Norma-norma Umum sebaliknya lebih bersifat umum dan sampai pada tingkat tertentu boleh dikatakan bersifat universal.

Norma Sopan santun / Norma Etiket adalah norma yang mengatur pola perilaku dan sikap lahiriah dalam pergaulan sehari-hari

Etika tidak sama dengan Etiket. Etiket hanya menyangkut perilaku lahiriah yang menyangkut sopan santun atau tata krama
Norma Hukum adalah norma yang dituntut keberlakuannya secara tegas oleh masyarakat karena dianggap perlu dan niscaya demi keselamatan dan kesejahteraan manusia dalam kehidupan bermasyarakat.

Norma hukum ini mencerminkan  harapan, keinginan dan keyakinan seluruh anggota masyarakat tersebut tentang bagaimana hidup bermasyarakat yang baik dan bagaimana masyarakat tersebut harus diatur secara baik
Norma Moral, yaitu aturan mengenai sikap dan perilaku manusia sebagai manusia.

Norma moral ini menyangkut aturan tentang baik buruknya, adil tidaknya tindakan dan perilaku manusia sejauh ia dilihat sebagai manusia.

Ada beberapa ciri utama yang membedakan norma moral dari norma umum lainnya ( kendati dalam kaitan dengan norma hukum ciri-ciri ini bisa tumpang tindih) :

  1. Kaidah moral berkaitan dengan hal-hal yang mempunyai atau yang dianggap mempunyai konsekuensi yang serius bagi  kesejahteraan, kebaikan dan kehidupan manusia, baik sebagai pribadi maupun sebagai kelompok.
  1. Norma moral tidak ditetapkan dan/atau diubah oleh keputusan penguasa tertentu. Norma moral dan juga norma hukum merupakan ekspresi, cermin dan harapan masyarakat mengenai apa yang baik dan apa yang buruk. Berbeda dengan norma hukum, norma moral tidak dikodifikasikan, tidak ditetapkan atau diubah oleh pemerintah. Ia lebih merupakan hukum tak tertulis dalam hati setiap anggota masyarakat, yang karena itu mengikat semua anggota dari dalam dirinya sendiri
Norma moral selalu menyangkut sebuah perasaan khusus tertentu, yang oleh beberapa filsuf moral disebut sebagai perasaan moral (moral sense)


PERSPEKTIF SOSIOLOGIS PADA PERMASALAHAN SOSIAL

Suatu perspektif, dengan pernyataan secara umumnya, adalah sebuah jalan dalam melihat sesuatu.Perspektif sosiologis terdiri dari ide orientasi dasar yang berasal dari satu konseptualisasi dan analisis yang mengikuti, dan hal itu merefleksikan suatu set ide dan asumsi yang mencakup sifat orang dan masyarakat.Tentunya terdapat berbagai cara yang berbeda didalam melihat suatu permasalahan sosial, dan dalam sosiologi terdapat tujuh perspektif yang telah dikenalkan.Dalam bagian yang lebih besar, perspektif ini merefleksikan ketegangan yang sudah ada ketika sosiologi pertama berkembang – ketegangan antara berkonsentrasi pada permasalahan social pada satu sisi dan pada perkembangan sosiologi sebagai disiplin ilmu disisi lainnya.

Ketujuh perspektif tersebut adalah patologi sosial, disorganisasi sosial, konflik nilai, prilaku menyimpang, pelabelan, perspektif kritis, dan perspektif konstruksi sosial.Setiap perspektif mengandung ide atau gagasannya sendiri pada definisi, penyebab, kondisi, konsekuensi, dan solusi permasalahan sosial.Dalam memahami lebih baik cara alternatif dalam melihat suatu permasalahan sosial, dalam bab-bab selanjutnya kita akan menganalisa setiap perspektif dalam istilah kelima elemen ini.Sebelum melanjutkan, kami mengklarifikasi apa yang terlibat dalam setiap elemen.

Definisi. Kita telah mempresentasikan satu definisi umum dari permasalahan sosial (lihat halaman 4), dan ketujuh perspektif secara implisit menyaratkan definisi ini.Akan tetapi sebagai tambahan, setiap perspektif memiliki definisi permasalahan sosial yang lebih khusus didalamnya.Definisi yang lebih khusus ini bervariasi dalam terminologi aspek mana fenomena gangguan sosial yang mereka fokuskan dalam mengdefinisikan fenomena tersebut sebagai permasalahan sosial.
Penyebab. Setiap perspektif memasukkan bayangan kasual sendirinya– yaitu, pemikirannya sendiri tentang tipe faktor apa yang memproduksi permasalahan sosial dan bagaimana mereka melakukannya.
Kondisi. Setiap perspektif juga mempunyai sesuatu untuk dikatakan, secara implisit maupun eksplisit tentang kondisi dimana permasalahan sosial timbul dan berkembang.Hal ini bukanlah penyebab utama permasalahan sosial. Namun mereka adalah latarbelakang yang lebih general dimana permasalahan sosial berkembang.
Akibat. Kesemua tujuh perspektif memandang permasalahan sosial berbahaya.Akan tetapi mereka berbeda dalam bagaimana efek berbahaya permasalahan sosial dideskripsikan.

Solusi. Terakhir, setiap perspektif melibatkan implikasi sendirinya akan bagaimana kita dapat memecahkan permasalahan sosial.Perspektif tersebut muncul pada titik yang berbeda dalam perkembangan sosiologi.Demikian, beberapa secara eksplisit memperhatikan reformasi sosial dibandingkan dengan yang lainnya.Meskipun demikian, ketujuh perspektif mempunyai beberapa implikasi bagi solusi permasalahan sosial, dan karakteristik dari setiap perspektif menentukan apakah solusi tersebut fokus pada harapan, kejahatan, atau reaksi.

Contoh soal Perubahan Sosial

1. Yang dimaksud perubahan social menurut Selo Sumardjan adalah …
A.     perubahan pada struktur social masyarakat
B.     Perubahan yang terjadi pada lembaga kemasyarakatan dalam suatu masyarakat yang mempengaruhi system sosialnya.
C.     Perubahan pada generasi social
D.     Perubahan pada generasi social
E.      Perubahan pada Teori social yang dianut masyarakat

2. Pengertian perubahan social adalah perubahan yang terjadi dalam hubungan-hubungan social atau perubahan terhadap keseimbangan hubungan social adalah menurut ahli …
A. Selo Sumardjan                                             B. Robert Mac Iver     C. Kingsley Davis
D. Gillin and Gillin                                            E. William F. Ogburn

3. Yang dimaksud kebudayaan menurut Tylor …
A.     perwujudan pola piker dan pola sikap manusia dalam hidup bermasyarakat
B.     sebagai hasil daya cipta, rasa dan karsa manusia
C.     segenap cara berpikir dan tingkah laku  manusia yang timbul karena interaksi yang bersifat komunikatif
D.     ekspresi jiwa yang terwujud dalam cara hidup dan berpikir,, pergaulan hidup, kesusastraan, agama, rekreasi, dan hiburan
E.      sebagai suatu kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercaayn kesenian, moral hukum, adat istiadat, dan setiuap kebiasaan serta kemampuan manusia sebagai warga masyarakat

4. Yang dimaksud kebudayaan menurut Mac Iver …
A.     segenap cara berpikir dan tingkah laku manusia yang timbul karena interaksi yang bersifat komunikatif
B.     Kebudayaan sebagai suatu kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum adat istiadat dan setiap kebiasaan serta kamampuan manusia sebagai warga masyarakat
C.     Sebagai hasil daya cipta, rasa dan karsa manusia
D.     Ekspresi jiwa yang terwujud dalam cara hidup dan berpikir, pergaulan hidup, kesusastraan, agama, rekreasi, dan hiburan
E.      Perwujudan pola piker dan pola sikap manusia dalam hidup bermasyarakat

5. Salah satu bunyi teori perubahan social menurut William F. Ogburn …
A.     segenap usaha untuk mengemukakan bahwa ada kecenderungan tertentu yang tetap
B.     perubahan social mencakup unsur-unsur kebudayaan baik material maupun immaterial yang menekankan adanya pengaruh besar dari unsur kebudayaan material terhadap unsur-unsur material.
C.     perubahan social terjadi karena gejala yang wajar yang timbul dari pergaulan hidup manusia
D.     perubahan yang terjadi karena kondisi social primer misalnya kondisi ekonomi, teknologi, geografis atau biologis
E.      perubahan yang terjadi karena perubahan pada struktur social

6. Apa hubungan perubahan social dengan kebudayaan.
A.    Perubahan social diikuti dengan kebudayaan baru
B.    Perubahan kebudayaan perubahan social
C.    Perubahan social dan perubahan kebudayaan berawal dari perubahan perkembangan pola pikir dan sikap manusianya
D.    Perubahan social tidak selalu diikuti dengan perubahan kebudayaan
E.     Perubahan kebudayaan selalu diikuti oleh perubahan social


7. Apa hubungan perubahan social dengan kebudayaan menurut Kingsley Davis …
A.     Perubahan social sebagai induk dari perubahan kebudayaan
B.Perubahan social merupakan bagian dari perubahan kebudayaan
C.Perubahan kebudayaan bagian dari perubahan social
D.     Perubahan social sebagai kunci dari perubahan
E. Perubahan kebudayaan memiliki ciri utama yang berasal dari perubahan social

8. yang dimaksud ketidak seimbangan yang terjadi karena unsur-unsur dalam masyarakat yang berubah dalam masyarakat secara cepat dan secara lambat atau kesenjangan budaya disebut dengan …
A. cultural revolution                 B. cultural equilibrium            C. cultural legislation
C.     cultural lag                           E. cultural evulution

9. Salah satu dari dua kemungkinan dalam proses penyesuaian dalam wacana perubahan social adalah …
A.     Masyarakat menemukan unsur kebudayaan lama
B.     Masyarakat menemukan system nilai dan falsafah hidup baru
C.     Masyarakat statis dalam suasana tidak berubah samasekali
D.     Masyarakat selalu progresif menangkap unsur baru
E.      Masyarakat selalu dinamis menangkap unsur baru

10. Yang bukan merupakan empat bentuk perubahan social …
A.     perubahan social yang cepat dan perubahan social yang lambat
B.     perubahan social yang berpengaruh kecil dan berpengaruh besar
C.     perubahan yang berpengaruh dan yang tidak berpengaruh
D.     perubahan yang direncanakan dan yang tidak direncanakan
E.      perubahan yang dikehendaki dan perubahan yang tidak dikehendaki

11. Manakah yang dimaksud dengan evolusi …
A. perubahan yang lambat                     D. perubahan yang tidak direncanakan
B. perubahan yang direncanakan           E. perubahan yang dikehendaki
C. perubahan yang cepat

12. Teori evolusi dapat digolongkan menjadi beberapa bentuk. Manakah dibawah ini yang merupakan pernyataan yang benar dari salah satu bunyi teori evolusi dimaksud …
A.     Multilined theories of evolution unlinier theories of evolution bahwa manusia dalam masyarakat mengalami perubahan sesuai dengan tahap tertentu
B.     Unlinier theories of evolution bahwa manusia dalam masyarakat mengalami perubahan sesuai dengan tahap tertentu
C.     Universal theory of evolution bahwa manusia dalam masyarakat mengalami perubahan sesuai dengan tahap tertentu
D.     Gradual theory of evolution bahwa manusia dalam masyarakat mengalami perubahan sesuai dengan tahap tertentu
E.      Classical theoriy of evolution bahwa manusia dalam masyarakat mengalami perubahan sesuai dengan tahap tertentu

13. Yang diamksud dengan Intendeed Change adalah …
A.     perubahan yang tidak dikehendaki      D. perubahan yang tidak direncanakan
B.   perubahan yang dikehendaki              E. perubahan yang berpengaruh
C.   perubahan yang direncanakan

14. Manakah contoh perubahan social yang berpengaruh besar …
A. pencemaran lingkungan        B. pendidikan anak              C. pendidikan remaja
D. pendidikan generasi muda    E. pendidikan pranikah

15. Manakah perubahan social yang tidak direncanakan …
A.     pendidikan anak                                                      D. pendidikan generasi muda
B.   pendidikan remaja                                                   E. pendidikan pranikah
C. Akibat urbanisasi menimbulkan kota kumuh



16. Dibawah ini terdapat factor internal yang dapat menyebabkan perubahan social budaya, kecuali …
A. adanya individu yang menyimpang                          D. penemuan baru
B. kontak dengan kelompok lain                             E. perubahan jumlah penduduk
C. kejenuhan terhadap budaya lama

17. Dibawah ini terdapat factor penghambat terjadinya perubahan, kecuali …
A. kepuasan terhadap budaya yang ada                        D. Takut adanya goncangan
B. pengetahuan terbatas                                    E. Pendidikan yang terbelakang.
C. kejenuhan terhadap budaya lama

18. Penemuan unsur baru baik yang berupa materi baru maupun hasil pengembangannya disebut …
A.     inovasi         B. discovery         C. tentation           D. invention           E. difusi

19. Perubahan social budaya adalah segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan didalam suatu masyarakat yang mempengaruhi system sosialnya termasuk didalamnya nilai-nilai, sikap, dan pola perilaku diantara kelompok-kelompok dalam masyarakat. Pengertian tersebut adalah menurut …
A. Selo Sumardjan                                 D. Gillin and Gillin
B. BJ. Stern                                           E. Koentjaraningrat
C. L. Morgan

20 Perubahan dibawah ini merupakan perubahan yang dikehendaki, kecuali …
A.     urbanisasi meningkat karena kekeringan     D. Pembangunan jangka panjang
B.     perubahan kurikulum 1994                          E. Program Keluarga Berencana
C.     Perundang-undangan lalu lintas

KRITERIA PENILAIAN.

Penilaian obyektif tes.
Setiap soal yang dijawab benar mendapat skor 1. skor maksimal yang dicapai siswa adalah 1 x 20 = 20. Jika salah mendapat nilai 0.

IX. KUNCI JAWABAN

1. B     6. E                              11. A               16. B
2. B     7. B                             12. B               17. B
3. E      8. C                             13. B               18. B
4. D     9. B                             14.. B              19. A

5. B     10.C                            15.  C              20. A
 

Serba Ada Blog Copyright © 2011-2012 | Powered by Blogger