Pengertian Kredit Macet dan Penjelasannya

Pengertian Kredit Macet
Pada dasarnya kredit yang dikeluarkan oleh bank bertujuan untuk membantu nasabah dalam membiayai usaha yang dijalankannya, namun tidak menutup kemungkinan dalam penyalurannya terjadi masalah atau kredit macet, baik itu masalah yang disengaja maupun yang tidak disengaja.

Menurut Suharno (2003:102). "Kredit macet atau problem loon adalah kredit yang mengalami kesulitan pelunasan akibat adanya faktor-faktor atau unsur kesengajaan atau karena kondisi diluar kemampuan debitur".

Ada   beberapa   faktor   yang   dapat   menyebabkan   kegagalan   kredit sehingga perlu dilakukan analisis sebelum dana disalurkan kepada calon debitur antara lain:
a.    Faktor Internal
1)   Adanya self dealing atau tindak kecurangan dari aparat pengelola kredit.
2)   Bank terlalu mengfokuskan terhadap jaminan  
3)   Bank terlalu mengejar target
4)   Bank terlambat mencairkan pinjaman.
5)   Kekurangan pengetahuan teknis pada pengelolaan kredit.
6)    Pengelola kredit tidak tegas dan lemah melakukan monitoring penggunaan kredit.
7)   Kebijakan kredit yang tidak tepat.

b.    Faktor Eksternal
1)   Kebijakan   pemerintah   (sosial,   politik,   ekonomi)   yang   berpengaruh terhadap operasional perusahaan.
2)   Terjadinya bencana alam, kerusuhan yang merusak usaha debitor.
3)   Itikad buruk dari debitur.
4)   Adanya penyalahgunaan fasilitas kredit.
5)   Pemalsuan usaha.
6)   Menggunakan anggunan milik pihak ketiga.
7)   Debitur melarikan diri.
8)   Jaminan yang tidak marketable, sehingga sulit melakukan likuidasi pada saat kredit macet.


     Terhadap   kredit   yang   mengalami   kemacetan   sebaiknya   dilakukan penyelamatan sehingga bank tidak mengalami kerugian.  Usaha penyelesaian tingkat awal dilakukan dengan cara memberikan teguran atau peringatan lisan atau tertulis kepada debitur. 

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Serba Ada Blog Copyright © 2011-2012 | Powered by Blogger