Cerita Lucu (21)

Rahasia atlet

Di Indonesia, Irian Jaya dikenal sebagai pemasok utama para olahragawan. Dalam rangka persiapan Sea Games, Ketua Umum KONI Wismoyo mengadakan peninjauan lapangan ke sejumlah atlit yang sedang berlatih
di Senayan. Wismoyo yang sudah lama tertarik kepada rahasia sukses atlit Irian segera meminta agar  menghadapkan padanya seorang atlit dari Pulau Kepala Burung. Rupanya seorang atlit serba bisa yang mantan pendukung OPM, Karel Rumaurir, sedang berlatih didekat rombongan KONI. Ia didekati seorang staf KONI dan diminta menghadap Wismoyo. Kepada Wismoyo, Karel diperkenalkan sebagai pemegang medali emas olahraga panahan, lempar lembing dan lari sprint. " Apa benar kamu juara di bidang panahan, lempar embing dan lari cepat ? " tanya Wismoyo " Siap Pak. Benar ! " sahut Karel dengan posisi tegak. "Coba ceritakan rahasia suksesmu di tiga cabang olahraga itu, saya ingin tahu ! " " Siap Pak ! Dulu saya dan kawan-kawan selalu berlatih memanah ABRI. Bila masih ada ABRI yang nekad maju, kami akan melempar lembing. Dan bila ada banyak ABRI yang nekad, kami akan lari cepat !"
--------------------------------------------------------------------------------------------------
Kontes Senjata

Dalam suatu kontes senjata tajam dunia, tiga orang finalis lolos.Jago pedang dari Spanyol, samurai Jepang, dan pendekar dari Indonesia. Di babak final,semua peserta mesti unjuk kemampuan membunuh seekor lalat.
Kotak penyimpan lalat dibuka,seekor lalat terbang dengan lincahnya.Sang jago pedang dari Spanyol menghunuskan senjatanya dan mengibasnya cepat.Tubuh lalat itu terpotong dua bagian.Penonton bersorak mengaguminya. Giliran sang samurai menghunuskan senjatanya.Dengan satu jurus secepat kilat, tanpa ampun tubuh lalat itu terbagi tiga bagian.Tepuk tangan penonton kembali membahana,memuji sang samurai.
Kini giliran sang pendekar silat Madura.Segera ia menghunus senjata khasnya clurit. Dengan konsentrasi tinggi beberapa detik, ia kibaskan clurit di udara menyambut lalat yang dilepas. Juri dan penonton yang sejak tadi menahan nafas, heran melihat lalatnya tetap utuh dan masih terbang.Melihat reaksi demikian, sang pendekar segera berkata, "Sampeyan jangan salah sangka, itu lalat baru saja saya sunat."
--------------------------------------------------------------------------------------------------
Lomba menghirup

DEPKES RI mengadakan Lomba Menghirup bagi segala umur yang penting statusnya warga negara Indonesia. Sampailah pada hari yang di tentukan dan terpilihlah tiga orang yang akan diadu untuk memperebutkan gelar juara Menghirup. Peserta pertama, sekali menghirup dengan hidungnya, Busyet, sebuah motor Tiger 2000 lenyap, terhirup ke dalam hidungnya. Semua penonton bertepuk tangan dengan meriah......
Peserta kedua, mulai menghirup, o la la... sebuah mobil  Kijang B 2908 EA terhirup ke dalam hidungnya. Seluruh penonton pun memberikan standing applaus.....
Peserta terakhir, penonton sudah tidak memperdulikan lagi, karena tidak ada lagi yang lebih besar yang dapat di hirup oleh peserta ke tiga ini. Ketika peserta ketiga ini mulai menghirup, tiba-tiba terjadi Gerhana Matahari, keadaan pun menjadi gelap-gulita, lalu terdengar suara Dewan Juri berkata.....
"Ini dia pemenangnya !!! Lihatlah kita sudah berada di lubang hidungnya!!! "
--------------------------------------------------------------------------------------------------
Bejo dan dukun sakti

Pada suatu hari datanglah seorang dukun ke sebuah desa untuk mendoakan orang-orang di desa itu. Lalu dukun sakti itu menyuruh semua orang kampung di desa itu  berkumpul di sebuah gunung kliwon. Dan seluruh orang kampung pun berkumpul digunung Kliwon tanpa terkecuali si " Bejo ". Pada hari pertama sang dukun menyuruh orang orang kampung berkumpul di gunung kliwon dengan membawa batu sebesar kepalan tangan , dan orang -orang kampung pun menuruti perintah sang dukun itu. Tapi berbeda halnya dengan si Bejo, karena malasnya dia hanya membawa batu sebesar ujung jari saja (batu kerikil) karena dia tidak mau cape-cape membawa batu ke atas gunung yang terkenal jauh itu. Lalu sesudah semua orang berkumpul sang dukun pun berdoa dengan suara yang keras katanya : Biarlah Batu yang kalian bawa akan aku berkati menjadi Roti. Lantas Batu yang mereka bawa menjadi roti, tak beda halnya  dengan Bejo, tapi karena Bejo hanya membawa batu hanya sebesar ujung jari maka tidak puas lah ia memakan roti itu. Lalu sesudah orang kampung memakan roti itu, sang dukun pun berkata kembali dengan suara lantang :  Bawalah kembali Batu sebesar gemgaman tangan
kalian esok hari ! Lalu hari berikutnya seluruh orang kampung pergi kegunung itu dengan membawa batu sebesar gemgaman tangan tampa terkecuali si Bejo. Si Bejo dengan keyakinannya  bahwa sang dukun mengubah Batu yang disuruh bawa itu akan diubah kembali menjadi roti , Ia nekat membawa batu yang sangat besar, karena ia tidak mau mendapat roti yang kecil lagi pikirnya. Kemudian dengan tergopoh-gopoh, Bejo membawa batu besar itu keatas Gunung Kliwon. Lalu sesudah semua orang berkumpul di gunung itu mulailah sang dukun berdoa dengan sura lantang : Lemparkanlah Batu yang kalian bawa, sepanjang batu itu terlempar, maka sepanjang itu pula lah umur kalian di dunia. Maka semua orang membuang batu yang mereka bawa sejauh -jauh mereka melempar, tak terkecuali si Bejo, tapi kerena batu yang ia bawa sangat lah besar, maka walaupun ia
melempar dengan sekuat  tenaga, batu besar itu hanya dapat terlempar beberapa langkah saja dari tempatnya melempar. Lalu sang dukun pun menyuruh orang orang kampung untuk berkumpul kembali digunung itu, tetapi kali ini ia menyuruh orang-orang untuk membawa dua buah batu sebesar gemgaman tangan mereka yang sama besarnya. Dan untuk kali ini sang dukun hanya membolehkan kaum pria saja yang boleh pergi ke gunung itu. Lalu pada keesokan harinya  semua kaum pria  kampung itu berkumpul dengan membawa batu sebesar gemgaman  tangan mereka sebanyak dua buah tepat seperti yang diamanatkan sang Dukun. Begitu juga halnya dengan si Bejo, tetapi kali ini ia membawa batu yang tidak sama besarnya. Ia membawa batu sebesar ujung jari dengan harapan jika sang Dukun menyuruhnya melempar agar umurnya panjang maka ia akan melempar batu yang kecil terlebih dahulu, tetapi bila sang dukun mendoakan supaya batu yang mereka bawa berubah menjadi roti maka ia akan tetap mendapatkan roti yang sangat besar. Maka dengan tergopoh-gopoh  pula Bejo pergi ke gunung Kliwon. Maka sesudah semua kaum pria berkumpul di gunung itu sang dukun pun berdoa dengan suara yang lantang : Angkatlah kedua batu yang sama besarnya itu tinggi-tinggi, maka semua orang mengangkat batu yang mereka bawa tinggi-tinggi tak terkecuali si Bejo. Tetapi karena batu yg di bawanya tdk sama besarnya, yang satu kecil seperti kerikil dan yg satunya lagi besar bahkan melebihi ukuran badannya, ia pun mengangkat kedua batu itu dengan tergopoh-gopoh. Sesudah semua pria kampung itu mengangkat batu yg mereka bawa maka mulailah sang dukun berdoa dengan suara lantang : Angkatlah batu sama besar yang kalian bawa itu tinggi-tinggi, maka sebesar batu yang kalian bawa akan sebesar itu pulalah biji kemaluan kalian.....!!!!

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Serba Ada Blog Copyright © 2011-2012 | Powered by Blogger