Klasifikasi Proses Pemesinan

Berdasarkan Gerak Relatif Pahat
Pahat yang bergerak relatif terhadap benda kerja akan menghasilkan geram dan sementara itu permukaan benda kerja secara bertahap akan terbentuk menjadi komponen yang dikehendaki.
Gerak relatif pahat terhadap benda kerja dapat dipisahkan menjadi dua komponen gerakan yaitu :
·         gerak potong (cutting movement)
Dimana gerak potong adalah gerak yang menghasilkan permukaan baru pada benda kerja.
·          gerak makan (feeding movement).
Gerak makan adalah gerak yang menyelesaikan permukaan baru yang telah di potong oleh gerak potong.

Berdasarkan Jumlah Mata Pahat yang digunakan
Pahat yang dipasangkan pada suatu jenis mesin perkakas memiliki mata pahat yang berbeda-beda. Jenis pahat/perkakas potong disesuaikan dengan cara pemotongan dan bentuk akhir dari produk. Adapun pahat dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis pahat yaitu pahat bermata potong tunggal (single point cutting tools) dan pahat bermata potong jamak (multiple point cuttings tools).
Tabel  2.1. Klasifikasi Proses Permesinan Menurut Gerak Relatif dan Jenis Pahat yang Digunakan :
No.
Jenis Mesin
Gerak Potong
Gerak Makan
Jumlah Mata Pahat
1
Mesin Bubut
Benda Kerja (Rotasi)
Pahat (Translasi)
Tunggal
2
Mesin Freis
Pahat (Rotasi)
Benda Kerja (Translasi)
Jamak
3
Mesin Sekrap

Sekrap Meja
Pahat (Translasi)

Benda Kerja (Translasi)
Benda Kerja (Translasi)
Pahat
(Translasi)
Tunggal

Tunggal
4
Mesin Gurdi
Pahat (Translasi)
Pahat (Translasi)
Jamak
5
Gergaji
Pahat (Translasi)
-
Jamak
6
Gerinda
Pahat (Translasi)
Benda Kerja (Translasi)
Tak Terhingga

Berdasarkan Orientasi Permukaan           
Selain ditinjau dari segi orientasi permukaan maka poses pemesinan dapat diklassifikasikan berdasarkan proses terbentuknya permukaan (proses generasi permukaan; surface generation).
Dalam hal ini proses tersebut dikelompokkan dalam dua garis besar proses yaitu:
·         Generasi permukaan silindrik atau konis dan
·         Generasi permukaan rata/lurus dengan  atau tanpa putaran benda kerja.

Berdasarkan Mesin yang Digunakan
       Dalam proses pemesinan jika kita ingin melakukan suatu pekerjaan, maka perlu kita ketahui terlebih dahulu dengan mesin apa yang semestinya kita gunakan sehingga produk yang kita buat sesuai dengan yang diinginkan.

Beberapa jenis  proses mungkin dapat dilakukan pada satu mesin perkakas. Misalnya, mesin bubut tidak selalu digunakan sebagai untuk membubut saja melainkan dapat pula digunakan untuk menggurdi, memotong  dan melebarkan lubang (boring) dengan cara mengganti pahat dengan yang sesuai. Bahkan dapat digunakan untuk mengefreis, menggerinda atau mengasah halus asal pada mesin bubut yang bersangkutan dapat dipasangkan peralatan tambahan (attachments) yang khusus.
Berikut beberapa jenis Mesin perkakas yang sering di gunakan :
a. Proses Bubut (Turning),
b. Proses Freis (Milling),
c. Proses Gurdi (Drilling),
d. Proses Sekrap (Shaping,Planing),
f. Poses Gerinda Rata (Surface Grinding),
g. Proses Gerinda Silindrik (Cylindrical Grinding),dan
h. Proses Gergaji atau Parut (Shawing, Broaching).

Tabel 2.2. Klasifikasi Proses Pemesinan Menurut Jenis Mesin Perkakas yang           Digunakan
No
Jenis Proses
Mesin Perkakas yang Digunakan
1
Bubut (turning)
Mesin Bubut (lathe)
2
Gurdi (drilling)
Mesin Gurdi (drilling machine)
3

Sekrap (shaping,planing)

Mesin Sekrap (shaping machine) &        Mesin Sekrap Meja (planing machine)
4
Freis (milling)
Mesin Freis (milling machine)
5
Gergaji (sawing)
Mesin  Gergaji (sawing machine)
6
Koter/Pelebaran lubang (Boring)
Mesin Koter (boring machine)
7
Parut(broaching)
Mesin Parut (broaching machine)
8
Gerinda (grinding)
Mesin Gerinda (grinding machine)
9
Asah (honing)
Mesin Asah (honing machine)
10
Asah Halus (lapping)
Mesin Asah Halus (lapping machine)
11


Asah Super Halus (super finishing)
Mesin Asah Kaca/mesin asah superhalus (super/mirror finishing)

12
Kilap (polishing & buffing)
Mesin Pengkilap (polisher & buffer)

0 komentar:

Posting Komentar

 

Serba Ada Blog Copyright © 2011-2012 | Powered by Blogger