Cerita Lucu (16)

Tempurung Buat Mama

Seorang pemuda yang sangat mengasihi ibunya, akhirnya tak berdaya terhadap kemauan isterinya setelah menikah. Si Ibu segera diboyong ke rumah yang baru ditempatkan pada paviliun yg nyaman. Lama-kelamaan Ibu sakit-sakitan, batuk dan penyakit tua lain mulai menggerogoti tubuhnya. Ani [Istri] dan Ayu [anaknya] juga takut ketularan. Maka dibuatnyalah gubuk di belakang rumah. Pelayanan yang diberikan mula-mula baik, namun... kemudian turun sedikit demi sedikit sampai sebuah batok [tempurung kelapa] diberikan sebagai tempat makan ibunya. Sang suami seperti acuh dan begitu sibuk dengan pekerjaan sampai lupa mengontrol keadaan si Ibu yang dulu dicintai. Suatu hari Ayu berjalan-jalan bersama ortunya di sebuah taman, dilihatnyalah sebuah tempurung kelapa dekat selokan bersebelahan dengan tempat sampah yang bau. Ayu secara spontan mau mengambil tempurung itu. Tetapi Ani, ibunya,melarang. Ayu terus merengek minta benda itu, tapi dicegah oleh kedua ortunya. Di tengah kebingungannya, ibunya bertanya :"Ayu, buat apa tempurung kotor itu??" "Aku mau simpan buat mama !!", jawab Ayu dengan nada merengek. "Haa... Apa..??!!", sahut kedua orang tuanya keheranan. Dengan nada merengek, Ayu menjawab:"Ya buat mama nanti kalo sudah tua seperti nenek !" Si mama bengong..... bagai disambar petir layaknya.
Renungan : Apa yang kita perbuat kepada orang tua kita, itu akan ditiru oleh anak kita. Waspadalah... Tidak ada satu alasan pun yang tepat bagi kita untuk tidak menghormati orang tua kita, siapapun dan bagaimanapun orang tua kita itu. Kecuali, bila kita ingin malapetaka menimpa kita dan keluarga kita seumur hidup kita.
--------------------------------------------------------------------------------------------------
Malam Pertama

Dalam menghadapi malam pertama perkawinannya Anto yang lugu itu minta nasihat ayahnya tentang apa yang harus dilakukannya. "Begini," kata ayahnya, "ambillah barang yang sering kau mainkan di masa remajamu dulu, masukan barang tersebut ke tempat pipis istrimu." Dan begitulah, pada malam pertamanya, Anto yang lugu itu mengambil seluruh kelerengnya dan memasukannya ke dalam toilet.
--------------------------------------------------------------------------------------------------
Mencuri

Seorang pemuda diajukan ke depan pengadilan atas tuduhan mencuri sepeda milik seorang gadis remaja."Saya sama sekali tidak mencurinya, Pak Hakim," kata si pemuda membela diri. "Dia yang memberikan sepeda itu kepada saya. Ketika itu pulang sekolah, dia meminta saya agar memboncengkannya dengan sepedanya. Saya dudukkan dia di stang. Lalu dalam perjalanan, di suatu semak belukar, dia menyuruh saya berhenti. Dibukanya baju dan celananya. Lalu katanya, saya boleh mengambil miliknya yang paling berharga. Pak Hakim, lalu saya berpikir, bajunya memang berharga, tapi itu baju wanita dan tak ada gunanya bagi saya. Jeans-nya juga terlalu kecil bagi saya. Karena itu, yah, apa boleh buat terpaksa saya mengambil sepedanya."
--------------------------------------------------------------------------------------------------
Punyamu


Patrick masuk ke ruang praktek dokter dengan wajah babak belur dan sebuah raket tenis yang jebol terkalung di lehernya. "Jangan khawatir, saya akan segera menolong anda. Tapi terlebih dahulu, mengapa raket itu sampai melilit leher anda?" "Ceritanya begini, dokter," kataPatrick. "Tadi sore, saya dan istri saya pergi bermain tenis. Lalu istri saya melakukan pukulan yang begitu keras sehingga bolanya hilang dari pandangan kami. Kami sibuk mencari bola itu. Kemudian di pojok lapangan saya melihat seekor sapi betina sedang berbaring-baring. Saya dekati sapi itu, dan dengan perlahan-lahan ekornya saya angkat. Astaga! Ternyata bola tenis yang hilang itu memang ada di bawah pangkal ekornya. Saya berteriak memanggil istri saya 'Sayang, kelihatannya ini seperti punyamu'. Dan dokter, setelah mengucapkan kata-kata itu saya tidak ingat apa-apa lagi."

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Serba Ada Blog Copyright © 2011-2012 | Powered by Blogger