Cerita Lucu (24)

Amsal

FRANS & IRENE Mudika di suatu paroki sangat aktif dalam mengikuti kegiatan-kegiatan paroki, baik rohani maupun kegiatan-kegiatan lainnya. Mereka selalu bekerja sama di dalam menjalankan kegiatan-kegiatan di Mudika, "tiada Frans tanpa Irene" atau "Ada Irene ada Frans", demikian ungkapan teman-teman Mudika yang lain. Teman-teman Mudika yang lain sering mengolok-olokan dan menjodohkan mereka berdua, mereka hanya tersenyum saja. Sampai pada suatu hari, sehabis mengikuti Misa Sabtu Sore, mereka mengikut Bible Study (KKS= Kelompok Kitab Suci, Ind.), yang diadakan di samping gereja. Sepulang dari Bible Study, hari belum begitu malam, Frans akan mengantarkan Irene pulang kerumah dengan mobilnya. Di dalam mobil, Frans : "Irene, bagaimana kalau kita makan dulu di Pecenongan?" Irene : "Terserah kamu saja Frans." Setelah makan; Frans : "Irene, bagaimana kalau kita jalan-jalan dulu? Malam ini kan malam minggu besok hari libur." Irene : "Terserah kamulah Frans." Mobil melaju dari pecenongan ke arah pantai utara, dimana banyak mobil-mobil lain memarkirkan kendaraannya di tepi pantai, demikian pula Frans memarkir kendaraannya di tepi pantai, mereka tidak turun dari mobil, hanya duduk-duduk saja didalam mobil mendengarkan musik, bercerita dari satu hal ke hal yang lain, hingga akhirnya mereka kehabisan bahan untuk bercerita lagi. Irene & Frans berdiam diri sambil mendengarkan alunan musik. Lalu... tiba-tiba.... Frans meletakkan tangannya di atas paha (maaf diatas pangkuan) Irene, tetapi Irene hanya diam saja, beberapa detik kemudian 'si tangan' tsb bergerak beberapa inci (hanya beberapa inci) dan Irene... menggumam Mmmm..... lalu "Frans, Ingatlah pada Amsal 15". Setelah mendengarkan perkataan Irene tentang Amsal 15, walaupun tidak tahu atau lupa akan isinya, Frans langsung menarik tangannya, ia merasa disadarkan seketika itu juga. Frans :"Maafkan saya." Irene : "Tak apa" Mereka pulang. Di rumah, Frans langsung masuk kamar dan mengambil kitab suci, membuka Amsal 15, isinya : "....teruskanlah, jalanmu sudah benar." Frans : "???"
--------------------------------------------------------------------------------------------------
Pesen pasir juga, ya ???

Disebuah kota ada sebuah gereja Katholik dengan pastornya yang mempunyai rencana untuk merenovasi gereja itu menjadi lebih besar. Pastor itu juga mempunyai seekor burung beo yang sudah terlatih sedemikian rupa. Pada suatu hari Pastor tersebut menelepon toko bahan material untuk mempersiapkan kira-kira 2 truk pasir. Pastor : Tapi tolong jangan dikirim dulu karena saya harus mendapatkan persetujuan dari Roma, tetapi cukup persiapkan saja pasir tersebut. Pemilik toko : Okey, Pastor Dua hari kemudian Pastor tersebut datang kegereja dan dia kaget sebab didepan gereja sudah menumpuk 2 truk pasir yang belum dia pesan (karena persetujuan dari Roma belum didapatkan) Pastor tersebut marah-marah dan dia menanyakan semua pekerja di gereja tersebut, tetapi tidak ada yang mengaku. Pemilik toko tersebut bersumpah-sumpah bahwa yang memesan itu adalah pastor sendiri, suaranya mirip, katanya. Si pastor mulai curiga kepada siburung Beo, karena burung ini memang sudah sangat terlatih dan dapat menirukan banyak suara, bahkan bisa menelpon. Pastor kepada burung beo : Kamu, ya, yang menelpon ?! Burung Beo : Enggakk, enggakkkk. Pastor : Awas, kamu!!! Pastor tersebut menelpon toko bahan bangunan dan meminta agar pasir tersebut diambil kembali karena dia belum merasa memesan dan membutuhkan pasir tersebut sekarang. Pasir tersebut diambil kembali oleh toko bangunan. Tetapi dua hari kemudian saat pastor tersebut datang kembali ke gereja, didepan gereja sudah menumpuk kembali 2 truk pasir seperti terjadi beberapa hari yang lalu. Sang pastor kembali marah-marah dan kembali menanyakan semua pekerja di gereja tersebut, tetapi kembali jawabannya sama, yaitu mereka tidak tahu menahu mengenai hal tersebut. Ini pasti ulah si Beo, pikir si Pastor.... Pastor langsung masuk keruang kerjanya, dan dilihatnya si Beo sedang bersiul-siul dengan paras muka Innocent. Pastor (marah-marah) : Kamu pasti yang pesan pasir itu, ya! Beo : Engak, engakkk, engakkkk. Orang engak pesen!! Pastor : Alaa, pasti kamu ! Awas kalau berani lagi bertingkah, gue.......(mikir).... gue....gue salib elo. Dengan marah-marah juga diteleponnya toko bahan bangunan dan minta agar pasir diambil lagi. Tentu saja toko bahan bangunan enggak mau, tapi masak sih Pastor berbohong, pikir pemilik toko, dan akhirnya pasir tersebut diambil juga. Keesokan harinya si Pastor datang lagi ke gereja, dan bener............. pasir tadi ada lagi didepan gerejanya. Kembali ditanyanya semua pekerja gereje, jawabannya sama seperti yang sudah-sudah, yaitu "enggak tahu" Yakinlah si Pastor bahwa ini pasti ulah si Beo. Dengan berangnya dia masuk keruang kerjanya dengan membawa kayu, paku dan palu. Ditangkapnya si Beo, disalibnya si Beo. Beo itu tentu saja menjerit-jerit, "bukan saya,engakkk, engakkk,," , tapi si Pastor tidak peduli. Disalibnya si Beo, digantungkannya didinding dan ditinggalkannya beo tersebut. Suasana ruang kerja pastor sepi sekali, yang terdengar hanya tangisan si Beo. Anda tahu, khan, biasanya digereja katholik selalu ada salib di dinding ruangannya, begitu juga dengan ruang kerja si Pastor. Beo tersebut menangis dan tidak sengaja ketika dia menoleh kesamping dilihatnya ada salib dengan patung disalib tersebut. Kembali dengan muka Innocentnya, burung beo tersebut bertanya" Pesen pasir juga, ya ???"
--------------------------------------------------------------------------------------------------
MOGA UGHA Test

Tiga orang pria sedang melakukan ekspedisi mencari harta karun di hutan Amazon. Dasar peta yang mereka gunakan itu hasil fotokopian... (makanya jadi ngaco). Setelah berjalan berhari-hari, mereka tidak menemukan lokasi yang dimaksud. Makanan dan air sudah habis. Di tengah kelelahan yang amat sangat, mereka ditangkap oleh sekumpulan penduduk primitif yang kanibal. Ketiga pria tersebut diikat di batang bambu, lalu ditenteng rame-rame ke perkampungan mereka. Seperti biasa, ketiga pria yang telah menjadi tawanan ini dihadapkan pada kepala suku mereka. Kepala Suku : "Kalian bertiga sangat beruntung. Kami sudah berkecukupan daging manusia setelah memenangkan perang dengan suku lain. Saya memberikan dua pilihan, anda menjadi budak kami atau mengikuti tes MOGA UGHA." Salah satu dari ketiga pria bertanya : "Apa yang Anda maksud dengan MOGA UGHA itu ?" Kepala Suku : "Begini, kalian akan kami lepaskan ke hutan, tentunya dengan pengawasan. Kalian harus membawa pulang 10 buah hutan yang sama ke sini sebelum matahari terbenam." Pria : " Lalu buah itu diapakan ?" Kepala Suku : "Perintah selanjutnya akan saya beritahu nanti. Pokoknya, kalau kalian berhasil melewati tes ini, maka kalian boleh pulang dengan bebas. Cepaaaat, pilih mana??!! Jadi budak kami atau MOGA UGHA ??!!!!" Ketiga pria itu berdiskusi sebentar, kemudian berkata : "Jelas kami pilih tes MOGA UGHA...!" Maka dilepaskanlah ketiga orang tersebut ke tengah hutan dengan pengawalan. Masing-masing pria tersebut ditugaskan untuk mengumpulkan 10 buah hutan yang sama. Pria pertama kembali ke perkampungan dengan membawa 10 buah salak. Kepala Suku : "Baiklah, sekarang kamu harus menelan semua salak itu utuh-utuh tanpa ekspresi sedikitpun. Kalau wajahmu berkerut sedikit, maka langsung kami bunuh....!!" Dengan wajah ketakutan, pria itu menelan buah salak pertama. "Gleeeek......" Kemudian buah salah kedua. ".....Gleekkkk......" Wajahnya mulai berkeringat ... lalu buah salak ketiga ... "..... Gleeekk....", Ia tidak tahan lagi menahan sakit, sehingga secara refleks mengerutkan keningnya. Melihat raut wajah pria itu yang berubah, kepala suku langsung mengatakan : "Gagal.....!!!!", pria itupun akhirnya dibunuh. Pria kedua kembali ke perkampungan dengan membawah 10 buah ceri hutan. Mendengar perintah si kepala suku, pria itu tertawa gembira. Pikirnya, betapa mudah menelan utuh-utuh 10 buah ceri. Dengan perlahan-lahan, ia menelan buah ceri yang pertama. "....Bluup..." Buah ceri kedua. "......Blupp...." Tanpa masalah dan perubahan di ekspresi wajah. Pada saat pria itu akan menelan buah ceri yang kesepuluh, tiba-tiba ia tertawa terkekeh-kekeh, sehingga kepala suku memutuskan: "Gagal.....!!!!! ", pria kedua akhirnya dibunuh. Di Surga, pria yang pertama bertemu dengan pria yang kedua. Pria pertama : "Saya heran kenapa kamu tertawa pada saat akan menelan ceri ke-10. Padahal kalau kamu bisa menelan satu buah lagi tanpa ekspresi, kamu bisa pulang dengan selamat." Pria kedua : " Bagaimana saya bisa tahan untuk tidak ketawa. Saya melihat temanmu (pria yang ketiga) pulang ke kampung dengan membawa 10 buah DURIAN!" Dan memang, pria ketiga mengamati pembicaraan pria pertama dan kedua dari jauh. Ketiga-tiganya tidak ada yang lolos dari tes MOGA UGHA . Suka menunda

Alek mengeluh kepada Robet karena dia tidak bisa menghilangkan kebiasaan buruknya yaitu suka menunda suatu pekerjaan. Robet memberikan sebuah solusi dengan menunjukkan buku yang berjudul
"BAGAIMANA SUPAYA ANDA TIDAK MENUNDA LAGI". Alek mengambil buku itu lalu berkata, "Baiklah, akan aku baca buku ini kapan-kapan."
--------------------------------------------------------------------------------------------------
Ya cucuku

Seorang anak ingin mengetahui seberapa baik pendengaran neneknya.
"Nek, apakah Nenek bisa mendengar suara saya?" katanya dengan nada biasa dari jarak 30 meter.
Tidak terdengar jawaban.
"Nek, apakah Nenek bisa mendengar suara saya?" katanya lebih keras lagi dari jarak 20 meter.
Kembali tidak terdengar jawaban.
"Nek, apakah Nenek bisa mendengar suara saya?" katanya dengan berteriak keras dari jarak 10 meter.

Kali ini terdengar jawaban si Nenek dengan tidak kalah kerasnya, "Ya, cucuku. Untuk ketiga kalinya Nenek bilang Ya!!!"

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Serba Ada Blog Copyright © 2011-2012 | Powered by Blogger