Media yang paling sering digunakan oleh
pemasar dalam mengimplementasikan strategi brand
placement adalah penempatan merek dalam sebuah film atau yang dikenal
dengan istilah brand cameo.
Berikut beberapa keunggulan yang menjadi pertimbangan
pemasar dalam menggunakan brand placement
dibandingkan memasang iklan produk melalui media televisi:
a. Beberapa konsumen merasa bahwa penggunaan
nama merek dalam sebuah film merupakan hal yang biasa dan ditujukan untuk
membuat film semakin tampak nyata (Solomon and Englis;1994).
b. Permirsa dapat melakukan banyak hal di rumah
selagi menonton televisi sehingga mengurangi atensi pemirsa dan mengurangi
efektivitas pesan yang hendak disampaikan.
c. Jika pada film, maka pemirsa memilih
sendiri dengan kemauannya untuk menontonnya tanpa paksaan sehingga mereka lebih
terbuka terhadap komunikasi merek yang tersedia dalam film yang sedang
ditontonnya.
d. Fenomena dimana terjadi perubahan
kebiasaan dari konsumen untuk mengganti channel
pada saat iklan telah mempengaruhi efektivitas media iklan televisi
(Fourier and Dolan,1997).
e. Banyaknya media iklan yang muncul,
kesamaan jenis program acara lintas stasiun televisi juga turut berkontribusi dalam
penggunaan brand placement.
f. Keunikan dari brand placement adalah proses penyampaian merek dan keselarasannya
dalam sebuah cerita, tidak ada persaingan komunikasi dalam media yang sama pada
saat bersamaan.
g. Hal tersebut diatas dapat meningkatkan brand knowledge, yaitu konsep yang
terdiri dari sebuah pemahaman merek dalam pikiran konsumen dari segala macam
variasi asosiasi yg mungkin timbul.
h. Penelitian membuktikan bahwa pemirsa
menyukai penempatan produk karena produk tersebut terlihat nyata dan mendukung
karakter pemeran utama, menciptakan nuansa historis dan memberi kesan kehidupan
yang nyata dan sehari – hari.
i.
Bagi
pemasar, tersedianya captive audience
dengan daya jangkau dibandingkan iklan tradisional merupakan salah satu daya
tarik untuk penempatan merek secara natural dan nyata. (Turcotte,1995)
j.
Brand placement berbeda dengan penggunaan selebriti sebagi
endorser dalam sebuah iklan. Penggunaan selebriti dalam mengendorse produk dan
merek dilakukan untuk tujuan komersil dimana dilakukan pada pertengahan sebuah
acara televisi ataupun diawal pemutaran film layar lebar. Hal tersebut membuat konsumen ”anti ”
terhadap iklan televisi sedangkan brand
placement memberikan kesempatan untuk melibatkan konsumen dalam mengekspose
sebuah merek dan produk selama proses natural dari narasi atau adegan dan juga
program acara televisi.
k. Media tradisional telah gagal dalam
memancing atensi dari konsumen dan penggunaan brand placement merupakan alat
potensial dalam mengubah pola pembelanjaan konsumen.
Ada beberapa hal yang harus
diperhatikan oleh pemasar sebelum melakukan brand
placement dalam hal ini penggunaan brand
cameo yaitu:
1. Jenis penggunaan strategi brand placement dalam konteks sebuah
film dapat dilakukan melalui tiga cara (Shapiro;1993):
a. Menyajikan tampilan yang jelas atas produk
dan nama merek produk.
Aktivitas ini merupakan implementasi dari visual dimention dalam strategi brand placement. Istilah dalam praktek lapangan
untuk aktivitas tersebut adalah screen
placement.
b. Penggunaan produk atau merek dalam adegan
film.
Aktivitas ini merupakan implementasi dari plot connection dimention dalam strategi
brand placement.
c. Digunakan dan dibicarakan dalam dialog
film oleh pemeran utama.
Aktivitas ini merupakan implementasi dari Audio Dimention dalam strategi brand placement. Istilah dalam praktek
lapangan untuk aktivitas tersebut adalah script
placement.
2. Merujuk pada konsep teori dari brand placement, maka berikut adalah hal
– hal yang harus diperhatikan dalam menerapkan ketiga jenis dari strategi brand placement:
a.
Brand placement yang terlalu dominan
tampil dalam sebuah film, termasuk dalam PCD yang rendah. Meskipun tampil
singkat dengan penempatan yang tepat serta didukung oleh pemeran utama bisa
merupakan PCD yang kuat.
b.
Penelitian membuktikan bahwa
kedua dimensi diatas memiliki fungsi yang berbeda di dalam proses penempatan
merek. Perbedaan tersebut muncul pada proses encoding pesan yang disampaikan dan asosiasi yang muncul dalam
benak konsumen pada saat menerima pesan tersebut. (Unnava, Agarwal and
Haugtvedt;1996).
c.
Visual Dimention menciptakan suatu
konteks dalam sebuah cerita sedangkan plot menciptakan sebuah cerita menjadi
lebih realistis sedangkan dimensi auditori akan menguatkan keyakinan konsumen
akan suatu merek dibandingkan hanya sekedar ditampilkan tanpa adanya
penjelasan. (Solomon and Englis;1994,)
d.
Kombinasi dari ketiga dimensi
tersebut dapat menciptakan efektifivitas yang baik dalam brand placement dan demikian sebaliknya (Russel, 2002).
3. Pemirsa akan melihat kualitas sebuah merek
berdasarkan kualitas karakter pengguna dalam film. Untuk
itu pemasar harus selektif
dan berhati – hati di dalam menempatkan merek atau produknya di dalam sebuah
film. Kesalahan dalam pemilihan film turut berkontribusi terhadap citra dan
persepsi konsumen terhadap merek dari produk perusahaan. Selain itu untuk
mendapatkan efek yang maksimal maka merek harus dapat merefleksikan karakter
dan kelas dari aktor penggunanya
4. Strategi penempatan merek harus dilakukan
secara hati – hati dengan mempertimbangkan kejelasan tampilan dalam film dan
mengintegrasikannya dengan alur cerita dari sebuah film sehingga dapat
memperkaya tema dan karakter dari film yang bersangkutan (Hirschman;1998)
Strategi brand placement dengan menggunakan strategi brand cameo dalam sebuah film sudah lazim digunakan di negara
Amerika dan negara – negara Eropa. Hal tersebut dibuktikan melalui hasil survey
dari Forrester Research bekerjasama
dengan ANA (Association of National Advertisers) menyatakan bahwa:
“ 78% pengiklan merasakan kalau iklan televisi
sudah semakin tidak efektif sejak dua tahun terakhir”. Riset juga menyatakan
kalau kini pemasar mulai mengeksplorasi perkembangan teknologi terbaru untuk
menghabiskan bujet iklan televisinya.”
Bahkan
sebuah website www.brandchannel.com yang merupakan
salah satu website yang khusus membahas branding
world seperti menyediakan artikel dengan topik – topik seputar merek,
diskusi tentang merek, dan studi kasus merek mulai memberikan penghargaan
terhadap merek – merek yang dinilai berhasil dalam menerapkan strategi brand placement melalui strategi brand cameo.
Salah
satu contoh yang menarik mengenai penerapan strategi brand cameo adalah untuk kasus merek Ford. Berikut poin – poin
utama dari studi kasus dari produsen mobil dari Amerika dengan merek produk
Ford, yang secara aktif dan teratur menerapkan strategi brand cameo:
§ Product placement dilakukan mulai tahun
1968 dengan menampilkan Ford Mustang GT dan banyak sekali disebutkan merek Ford
dalam dialog – dialog yang dilakukan oleh pemeran utama pada film ”Bullitt”
§ 1973 Ford meluncurkan Ford Falcon
pada film “Grease Is The Word.”
§ Pada tahun 1990, film “RoboCop”
menggunakan Ford Taurus sebagai mobil polisi untuk aktor pemeran utamanya.
§ Selama tahun
2005, Ford melakukan brand (product) placement sebanyak 19 kali
pada beberapa film terkenal.
§ Tahun 2005 Ford melakukan product placement di beberapa film horor
seperti “Boogeyman”, “The Fog”,” Saw II”, dan “The Ring Two”.
Dari poin – poin
utama pada studi kasus merek mobil Ford, dapat diketahui bahwa produsen mobil
Amerika tersebut secara aktif mulai dari tahun 1973 sampai dengan tahun 2005
(selama 32 tahun) tetap konsisten dalam menerapkan strategi brand placement. Dari fakta tersebut dapat dinilai bahwa strategi brand placement terbukti efektif di
dalam meningkatkan awareness dan juga tingkat penjualan dari sebuah produk.
Jika strategi tersebut gagal maka tentu Ford sudah menghentikan strategi tersebut
sejak tahun 1973. Keseriusan Ford dalam mengimplementasikan strategi brand placement membawa merek tersebut
menjadi pemenang dalam kompetisi Brand /
(Product) Placement Award untuk kategori Overall Product Placement.
Berikut
hasil survey dari website brand channel
mengenai tren penggunaan strategi brand
placement pada beberapa film box
office hollywood Amerika, yaitu:

Pada tabel 1.4, terlihat
tren peningkatan brand placement pada
film – film produksi setiap tahunnya. Pada tahun 2004 sempat terjadi penurunan brand placement disebabkan pada tahun
tersebut banyak film Hollywood yang mengangkat cerita fantasi dan historis seperti
The Passion of The Christ, Troy, Van Helsing, Alien VS
Predator sehingga sulit bagi penempatan merek produk pada film jenis
tersebut. Data tersebut memberikan petunjuk bahwa strategi brand placement adalah strategi yang sudah umum dan bukanlah hal yang
baru di Amerika.
1 komentar:
Kak sumbernya dari mana ya trimakasih
Posting Komentar